UMKM Lampung

Paguyuban Seniman Lampung Dorong Pemilik Bengkel Las untuk Miliki Nomor Induk Berusaha

Semua anggota PSAL selalu didorong agar memiliki nomor induk berusaha (NIB), karena bisa memudahkan anggota menjalankan usaha bengkel lasnya.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Teguh Prasetyo
tribunlampung/jelita dini
Ketua Umum PSAL Dedi Sutomo dan Direktur PSAL Lampung Muis saat jadi bintang tamu di Bincang UMKM Tribun Lampung, Sabtu 15 Oktober 2022 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Paguyuban Seniman Lampung (PSAL) adalah paguyuban berbadan hukum berbentuk koperasi, yang menaungi UMKM bengkel las di Lampung.

Ketua Umum PSAL Dedi Sutomo mengatakan, PSAL terbentuk sejak tanggal 26 Juli 2021, dengan jumlah anggota pada saat itu 27 bengkel las.

Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota PSAL terus bertambah, dan sampai saat ini sudah ada 600 bengkel las yang menjadi anggota, yang tersebar diseluruh Lampung.

PSAL memiliki visi misi maju dan besar bersama.

Sesuai dengan visi misi itu, semua anggota harus besar dan maju bersama, jadi kalau ada anggota yang bengkel lasnya belum maju dan besar, maka anggota lain harus membantunya.

"Visi misi PSAL inilah yang menjadi keuntungan apabila menjadi anggota PSAL," kata Dedi dalam bincang UMKM, Sabtu 15 Oktober 2022.

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rumah Kemasan untuk Tampung Produk UMKM

Keuntungan lainnya adalah bisa mengikuti salah satu program yang dimiliki PSAL yakni kawan yang punya modal, kawan yang beli, dan kawan yang untung

Bisa juga mendaptkan info berbagai keperluan bengkel las dengan harga murah, jika ada anggota yang mendapat musibah akan dibantu, dan keuntungan lainnya.

Dengan adanya keuntungan itu, bagi siapapun pemilik bengkel las yang ingin menjadi anggota PSAL, jangan ragu.

Direktur PSAL Lampung Muis menambahkan, semua anggota PSAL selalu didorong agar memiliki nomor induk berusaha (NIB), karena bisa memudahkan anggota menjalankan usaha bengkel lasnya, sekaligus memudahkan anggota untuk mendapatkan bantuan pemerintah.

Misalnya ketika pernah ada bantuan covid dari pemerintah, anggota yang memiliki NIB mendapatkan bantuan itu.

PSAL ingin pemerintah tahu mengenai keberadaan PSAL, untuk itu PSAL berkolaborasi dengan pemerintah dan dunia pendidikan.

Kolaborasi dengan dunia pendidikan itu bertujuan agar anak-anak SMK bisa bekerja atau membuka bengkel las.

Untuk saat ini baru itu saja yang dilakukan PSAL, karena PSAL baru satu tahun. Kedepannya pasti akan banyak lagi kegiatan yang akan dilakukan.

"Salah satunya adalah membuka lembaga pendidikan, dimana yang akan melatih adalah anggota PSAL," ujar Muis

(Tribunlampung.co.id/Jelita Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved