Berita Lampung
300 Kosa Kata Lampung Akan Diserap ke Bahasa Indonesia
Bahasa Lampung akan turut memperkaya kosa kata bahasa Indonesia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bahasa Lampung akan turut memperkaya kosa kata bahasa Indonesia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Balai Bahasa Provinsi Lampung memastikan bakal ada 300 kosa kata Lampung yang diserap ke Bahasa Indonesia.
Namun, belum diketahui waktu pasti 300 kosa kata Lampung tersebut akan tersisip di KBBI.
Pengkaji Bahasa dan Sastra Lusiana Dewi mengatakan 300 kosa kata tersebut sebelumnya sudah disepakati dalam Sidang Komisi Bahasa Daerah (SKBD) tahun 2022.
Kosa kata Lampung yang bakal diserap menjadi bahasa Indonesia adalah jering ojau.
"Salah satu kosa kata Lampung yang akan masuk KBBI ialah jering ojau," kata Lusiana Dewi saat diwawancara di Bandar Lampung, Minggu (23/10/2022).
Jering ojau adalah sebutan untuk tunas jengkol di Lampung.
Biasanya jering ojau dijadikan lalapan makan.
Jering ojau diperoleh dengan membiarkan jengkol yang biasa dibeli di pasar hingga tunas jengkol tumbuh dengan sendirinya.
Beberapa masyarakat lain juga menghadirkan media tanam agar jengkol lebih cepat bertunas.
Selain jering ojau, kaya Lusiana, beberapa kosa kata Lampung familiar yang masuk KBBI seperti sekubal, begibang dan leker.
"Sekubal tentu sudah banyak orang tahu, yakni makanan khas Lampung yang dibuat dari ketan, diberi santan, dibungkus daun pisang dan direbus," jelas dia.
Begibang, diartikan sebagai berjalan dengan satu kaki akibat satu kaki lainnya mengalami luka akibat terjatuh.
Dan leker, yang diartikan sebagai hasil kerajinan dari rotan yang berbentuk lingkaran, biasa digunakan untuk meletakan alat dapur yang panas setelah diangkat dari atas api.
Lusiana menjelaskan, 300 kosa kata Lampung yang disetujui diserap ke Bahasa Indonesia itu, adalah adil pengkerucutan dari 1.000 kosa kata Lampung yang diusulkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/menginventarisasi-kosa-kata-lampung.jpg)