Rektor Unila Ditangkap KPK

Budi Sutomo Akui Terima Titipan Rp 2,2 Miliar, Beli Emas Batangan dan Transfer ke Karomani

Budi juga mengatakan dirinya menerima uang dari wali mahasiswa atas nama Mardiana Rp 100 juta, Ruskandi Rp 250 juta, dan Herman HN Rp 250 juta.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: muhammadazhim
Tribun Lampung/Deni Saputra
Kepala Biro Perencanaan dan Humas Unila Budi Sutomo saat memberi keterangan sebagai saksi di persidangan kasus korupsi penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila tahun 2022 dengan terdakwa Andi Desfiandi, Rabu (23/11/2022). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Saksi Budi Sutomo mengaku dirinya menerima uang senilai Rp 2,2 miliar dari uang titipan penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Lampung (Unila) 2022.

Uang tersebut lalu dibelikan emas batangan senilai Rp 1,4 miliar dan Rp 150 juta untuk membeli Furniture Lampung Nahdliyin Center (LNC).

Selain itu, Budi juga mengatakan, jika dirinya mentransfer uang senilai Rp 250 juta ke rekening pribadi Karomani.

Hal tersebut disampaikan oleh Budi Sutomo dalam persidangan kasus korupsi penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila tahun 2022 dengan terdakwa Andi Desfiandi.

Proses persidangan sendiri berlangsung di ruang Bagir Manan, Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Rabu (23/11/2022).

Sidang lanjutan dengan agenda pembuktian itu sendiri menghadirkan enam orang saksi.

Adapun sejumlah saksi yang dihadirkan yakni Tjitjik Srie Tjahjandarie (Plt Sekretaris Ditjen dikti ristek), Fatah Sulaiman (Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, dan Nizamudin (Kepala TIK Universitas Syiah Koala).

Sedangkan tiga orang lainnya yakni, Diah Sumekar (Dekan Fakultas Kedokteran Unila), Yulianto (Warek Bidang Kemahasiswaan Unila), dan Budi Sutomo (Kepala Biro Perencanaan dan Humas Unila).

Persidangan ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Aria Verronica, dengan dua Hakim Anggota yaitu Charles Kholidy dan Edi Purbanus.

Dalam persidangan tersebut, Budi Sutomo mengaku dirinya menerima uang titipan senilai Rp 2,2 miliar.

Menurut Budi, uang tersebut dimaksudkan sebagai dana infak untuk pembangunan Lampung Nahdliyin Center (LNC).

Dia menambahkan, jika uang tersebut diterima dari sejumlah wali mahasiswa, serta sejumlah uang yang dititipkan kepada Asep Sukohar.

Adapun uang yang dimaksud diterima dari Asep Sukohar yakni senilai Rp 650 juta, dari Evi Kurniati Rp 100 juta, Tugiono Rp 250 juta, dan Wayan Rp 250 juta.

Selain itu, Budi juga mengatakan dirinya menerima uang dari wali mahasiswa atas nama Mardiana Rp 100 juta, Ruskandi Rp 250 juta, dan Herman HN Rp 250 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved