Berita Lampung

DKP Lampung Sebut Anggaran Konservasi Penyu di Pesisir Barat Minim

Minimnya anggaran membuat tempat konservasi penyu di Pesisir Barat tidak maksimal dan diakui itu jadi kendala konservasi.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/TribunWiki
Ilustrasi tempat konservasi penyu. DKP Lampung mengaku kendala konservasi penyu di Pesisir Barat adalah keterbatasan anggaran terbatas sehingga penangkaran penyu selama ini tidak maksimal. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung menyebut anggaran untuk konservasi penyu di Pesisir Barat terbatas.

Dengan keterbatasan anggaran tersebut maka DKP Lampung tidak bisa memaksimalkan tempat konservasi penyu di Pesisir Barat.

Keterbatasan anggaran itu dijelaskan Sadariah, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Ruang Laut, DKP Lampung tentang tempat konservasi penyu di Pesisir Barat.

"Kami sangat terbatas untuk melakukan konservasi penyu, dan pekerja di sana hanya mendapatkan Rp 1,8 juta untuk 10 orang," kata Sadariah saat dihubungi Tribun Lampung, Sabtu (26/11/2022).

Ia mengakui pekerja di tempat konservasi penyu Kabupaten Pesisir Barat mendapatkan upah sangat terbatas.

"Semua sudah tahu juga namanya juga tempat konservasi, dan sedikit tidak memberikan kontribusi produksi," kata Sadariah.

Baca juga: Jelang Nataru, Satlantas Polres Lampung Selatan Mulai Susun Rekayasa Lalulintas

Baca juga: BPJN Lampung Targetkan Pekan Depan Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung Normal

Ia mengatakan, beban DKP Lampung juga untuk perawatan gedung di tempat konservasi seperti membersihkan rumput hingga membayar listrik.

"Konservasi menjaga keseimbangan alam dan penyu hewan dilindungi," kata Sadariah.

"Dananya untuk konservasi ini terbatas, pemeliharaan hingga perbaikan juga terbatas," kata Sadariah.

"Bangunan di sananya sudah hancur dan kami tidak bisa berbuat banyak, DKP Lampung hanya bisa mempertahankan serta menjaga tempat penangkaran ini saja," kata Sadariah.

Ia mengatakan, DKP Lampung hanya bisa melakukan penangkaran penyu saja.

"Di sana ada tempat pembenaman telur penyu, setelah itu menetas lalu dipindahkan ke kolam pemeliharaan," kata Sadariah.

"Kami juga memperbaiki menara pengawas, hingga pondok jaga di depan juga kami perbaiki. Totalnya ada empat item bangunan telah kami perbaiki dan selanjutnya bangunan lainnya," kata Sadariah.

Ia mengatakan, DKP Lampung selanjutnya harus tetap menjaga ekosistem penyu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved