Kecelakaan di Pesisir Barat

Kecelakaan Mobil Dosen Unila di Pesisir Barat Lampung Renggut Korban Jiwa

Korban meninggal merupakan seorang pemotor yang sebelumnya sempat alami luka berat akibat ditabrak mobil dosen pendamping KKN Unila di Pesisir Barat.

kolase tribunlampung.co.id/Saidal Arif
Mobil dosen Unila kecelakaan di Pesisir Barat Lampung usai tinjau mahasiswa KKN, Sabtu (21/1/2023). Peristiwa kecelakaan tersebut merenggut korban jiwa seorang pemotor yang tertabrak mobil tersebut. 

Keadaan pemotor tersebut menyedihkan karena harus dirujuk ke rumah sakit daerah lain sesudah ditabrak mobil pendamping KKN Unila di Pesisir Barat.

Kapolsek Pesisir Tengah, Polres Lampung Barat, Polda Lampung Kompol Zaini Dahlan mengungkap keadaan pemotor yang tertabrak oleh mobil pendamping KKN Unila tersebut.

Zaini Dahlan mengatakan bahwa pemotor tersebut mengalami luka beras sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Kota Bumi, Lampung Utara.

Diketahui mobil pendamping KKN Unila kecelakaan di Pesisir Barat Lampung tidak hanya menabrak rumah warga.

Mobil pendamping KKN Unila tersebut juga telibat kecelakaan dengan sepeda motor di Pesisir Barat, Sabtu (21/1/2023).

Setelah menabrak motor, mobil Toyota Rush BE1081VZ milik pendamping KKN Unila itu lalu menabrak dua rumah milik warga Pekon Penggawa V Tengah, Kecamatan Karya Penggawa, Pesisir Barat, Lampung.

Kapolsek Pesisir Tengah, Polres Lampung Barat, Polda Lampung Kompol Zaini Dahlan mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu sekira Pukul 11.00 WIB.

Selain menabrak dua rumah milik warga, tambah Zaini, mobil Toyota Rush tersebut terlibat kecelakaan dengan sebuah sepada motor jenis Honda Blade BE 6366 YI.

"Pengendara roda dua tersebut mengalami luka berat dan saat ini sudah dirujuk di Rumah Sakit Kota Bumi," ujar Zaini Dahlan mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Heri Sugeng Priyantho.

Toyota Rush dengan Nomor Polisi BE1081VZ itu dikemudikan oleh A. Yudi Eka Risando (45) Warga Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

Sementara kendaraan sepeda motor jenis Honda Blade bernomor Polisi BE 6366 YI dikemudikan Muzni (52) warga Pekon Penggawa lima Tengah, Kecamatan Karya Penggawa.

Pristiwa nahas tersebut bermula saat kendaraan Toyota Rush melaju dari arah Lemong menuju Pasar Krui.

Setibanya di Pekon Penggawa V Tengah dengan kondisi jalan lurus pengemudi kehilangan kendali.

Akibat hilang kendali mobil Tayota Rush ini kemudian menabrak pengendara sepeda motor berjenis Honda Blade yang dikendarai Muzni.

Setelah menabrak sepeda motor, mobil tersebut kemudian menabrak pendopo rumah milik Taslim.

Sesudah menabrak pendopo, mobil tersebut menghantam rumah milik Rina.

"Setelah menabrak dua rumah warga mobil ini baru berhenti," ungkapnya.

Akibatnya, dinding rumah milik Rina jebol dan sejumlah perobatan rusak.

Sementara itu pengemudi mobil Tayota Rush tersebut tidak mengalami luka-luka.

"Kendaraan roda empat ini mengalami rusak berat dan tidak bisa dijalankan, begitu juga dengan kendaraan roda dua yang mengalami rusak berat," ungkapnya. 

Diduga Hilang Kendali

Diduga hilang kendali mobil Tayota Rush Nopol BE 1081 VZ milik pendamping KKN Unila kecelakaan menabrak motor hingga dua rumah milik warga di Pesisir Barat, Lampung.

Kronologi terkait kecelakaan mobil pendamping KKN Unila di Pesisir Barat tersebut diungkapkan oleh warga sekitar kejadian perkara.

Menurut Fattah salah satu warga yang tidak jauh dari lokasi kejadian, mobil pendamping KKN Unila yang kecelakaan itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Lemong menuju arah Krui, Pesisir Barat.

Namun, sesampainya di lokasi kejadian di Pekon Penggawa V Tengah, Kecamatan Karya Penggawa, Pesisir Barat mobil pendamping KKN Unila tersebut hilang kendali.

Secara bersamaan datang lah kendaraan sepeda motor jenis Honda Blade BE 6366 YI dikendarai Muzni (52) warga Pekon Penggawa Lima Tengah, Kecamatan Karya Penggawa, Pesisir Barat.

"Sebenarnya motor yang dikendarai Muzni ini sudah berhenti dan menepi dipinggir jalan karena melihat mobil ini melaju sangat kencang," jelasnya.

"Mungkin karena hilang kendali mobil itu langsung menabrak sepeda motor dan menyeruduk dua rumah warga," sambungnya.

Beruntung di dalam rumah saat itu sedang sepi, sebab pemiliknya sedang pergi bekerja.

Taslim salah satu pemilik rumah mengatakan, saat kejadian dirinya sedang tidak berada di rumah.

"Kalau waktu kejadian saya tidak berada di lokasi," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut pendopo rumahnya hancur dan parabola miliknya rusak.

Dirinya berharap, agar pemilik kendaraan dapat mengganti kerugian yang dialaminya.

"Tadi kami sudah bermusyawarah, namanya musibah siapa yang mau, mobil milik mereka juga hancur," kata dia.

"Namun kita berharap agar kerusakan yang kami alami ini dapat diganti," sambungnya.

Sementara itu Rina pemilik rumah lainya mengaku, saat kejadian dirinya merasa ada perasaan yang tidak enak.

Dua menit sebelum kejadian dirinya sedang menonton TV bersama bibinya didalam rumah.

"Saat itu perasaan saya kaya gk enak aja gk tau kenapa," ucapnya.

Setelah itu dirinya mengajak bibinya untuk keluar rumah dan meminta agar bibinya berhenti menonton Tv.

Sesampainya di teras rumah, mobil Tayota Rush itu langsung datang dan menabrak dinding rumahnya hingga hancur.

"Kami bersyukur masih diberikan keselamatan, kalau terlambat sedikit saja mungkin kami berdua bibi juga sudah tertimbun mobil, karena perabotan dan Televisi juga hancur," bebernya.

Dirinya juga berharap agar pengemudi kendaraan dapat bertanggung jawab dan mengganti kerusakan yang terjadi.

"Harapan kami agar pengemudi mengganti kerugian kami," ucapnya.

Menurut keterangan Peratin Pekon Penggawa V Tengah, Adu Yaksa akibat kejadian tersebut diperkirakan korban mengalami kerugian Rp 30 juta. (Tribunlampung.co.id/Saidal Arif)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved