Berita Lampung

Pemkot Metro Lampung Akan Revitalisasi Ruas Jalan Imam Bonjol

Pemkot Metro, Lampung berencana merevitalisasi ruas Jalan Imam Bonjol yang berada tepat di sebelah Terminal Kota Metro, Lampung.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: muhammadazhim
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
Asisten II Setda Kota Metro, Lampung, Yerri Ehwan. Pemkot Metro Lampung berencana merevitalisasi ruas jalan Imam Bonjol.  

Tribunlampung.co.id, Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Lampung berencana merevitalisasi ruas Jalan Imam Bonjol yang berada tepat di sebelah Terminal Kota Metro, Lampung.

Rencana revitalisasi badan jalan maupun trotoar tersebut dikarenakan badan jalan telah sering kali digunakan untuk berdagang sehingga akses jalan utama menyempit.

Assisten II Setda Kota Metro, Lampung, Yerri Ehwan mengatakan, pedagang tetap diperbolehkan bertransaksi di lokasi tersebut.

Namun, di sisi lain, ruas jalan tersebut harus tetap tertata dengan baik.

"Sehingga, pedagang yang berjualan akan tertib, pengunjung banyak yang datang. Tetapi kawasan tersebut juga harus tetap terjaga. Indah, rapi, nyaman," ujar Yerri Ehwan, Jumat (24/2/2023).

Baca juga: Salat Subuh Berjamaah, Kapolres Metro Polda Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Baca juga: Dishub Metro Bakal Bina Juru Parkir untuk Tingkatkan Pelayanan dan Beri Atribut

Mengenai kegiatan bongkar muat barang dagangan oleh kendaraan-kendaraan besar yang terkadang memakan badan jalan, Yerri menuturkan, untuk jangka panjang kendaraan besar tidak boleh lagi bongkar muat di dalam kota.

"Kalau mau bawa barang ke dalam, membawa mobil kecil, seperti pikap. Kalau semua mau bongkar di dalam, lokasinya terbatas, sempit," kata dia.

"Apalagi kalau ada yang bongkar di badan jalan, bisa menyempit jalan utamanya," tambahnya.

Dikatakannya, Pemkot Metro tetap mempersilakan pedagang untuk beraktivitas.

Akan tetapi diharapkan tidak mengganggu fungsi badan jalan dan trotoar.

Sehingga, badan jalan kembali pada fungsinya.

"Termasuk menjaga kebersihan. Intinya kita ingin menata, pedagang tetap beraktivitas, tetapi kota kita tetap tertib, dan indah," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Elmanani menuturkan, sebelum penataan pasar dilakukan, pihaknya terlebih dahulu telah melakukan pendekatan secara persuasif.

Pendakatan secara persuasif tersebut dilakukan agar para pedagang tidak salah paham dengan tujuan penataan yang dilakukan.

"Iya kita sudah beberapa kali melakukukan penataan di pasar itu. Sekarang sudah mulai tidak ada pedagang yang berjualan di badan jalan. Kita tata, kita berupaya kembalikan sesuai fungsinya," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pendekatan, dan memantau situasi, supaya kondisi pasar tetap tertib dan aman.

"Kita terus melakukan pemantauan. Supaya tetap tertib, dan tidak lagi berdagang di badan jalan," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)

 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved