Berita Lampung
70 Dokter Dikerahkan untuk Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam di Lampung
Tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) berkolaborasi dengan dokter dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bayi kembar bernama Afifah dan Aliyah berusia satu tahun warga Karang Sari, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, saat ini sedang menjalani operasi pemisahan.
Tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) berkolaborasi dengan dokter dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Dokter dari dua rumah sakit berpelat merah tersebut melakukan tindakan operasi sejak pagi pukul 07.00 WIB di ruang bayi RSUDAM, Rabu (15/3/2023).
Tim dokter dari berbagai spesialis kedokteran dipimpin oleh dr Billy Rosan dari RSUDAM memasuki ruangan operasi.
Ketua tim dokter operasi pemisahan bayi kembar siam RSUDAM dr Billy Rosan mengatakan, tim dokter membutuhkan sekitar 12 jam untuk melakukan operasi pembedahan bayi kembar siam tersebut.
"Saat ini operasi tengah berlangsung dan harapannya bisa berjalan dengan lancar san sukses perdana kami melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam ini," kata Billy Rosan kepada awak media, Rabu (15/3/2023).
"Operasi pemisahan bayi kembar siam ini merupakan kado untuk masyarakat Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung yang memasuki usia ke-59 pada 18 Maret 2023," kata dr Billy Rosan.
Baca juga: Hidungnya Dituding Hasil Operasi Plastik, Ini Jawaban Syahnaz Sadiqah
Baca juga: Besok, RSUDAM Perdana Lakukan Pemisahan Bayi Kembar Siam Afifah dan Aliyah Asal Lampung Utara
Pihaknya meminta doa dari masyarakat Lampung agar operasi berjalan sukses.
dr Billy saat disinggung masa perawatan pasca operasi, pihaknya mengaku akan terus dilakukan pengawasan kondisi kesehatan bayi.
dr Billy Rosan mengatakan, proses operasi bayi kembar siam tersebut direncanakan akan dilakukan dari pagi sampai malam hari.
Kondisi bayi kembar Siam tersebut saat ini tulang dada dengan perut menempel tulang dada bagian bawah dan liver.
"Sedangkan organ lainnya terpisah, kami sejak tahun lalu telah membentuk tim perawatan secara berkala kepada bayi Afifah dan Aliyah, dan mereka Alhamdulillah saat ini dalam keadaan sehat walafiat," kata dr Billy Rosan.
"Ada sekitar 70 dokter yang akan terlibat dalam pemisahan bayi kembar siam tersebut, kami di RSUDAM baik SDM dan alat tidak sempurna," kata dr Billy.
"Maka dari itu kami minta backup dari para dokter RSUD dr Sutomo Surabaya, harapannya operasi bisa berjalan sempurna," kata dr Billy.
"Operasi berlangsung dari pagi jam 07.00 WIB, tim bekerja secara bergantian, operator tim bedah anak dari RSUDAM dan RSUD dr Sutomo," kata dr Billy.
Tim bedah dirinci berasal dari bedah dada RSUDAM dan RSUD Dr Sutomo, kemudian bedah plastik dari tim RSUDAM dan RSUD Dr Sutomo.
"Kami akan berkolaborasi untuk mensukseskan pemisahan bayi ini, ini yang pertama pemisahan bayi kembar siam di Lampung," kata dr Billy.
"Setiap tahun ada kasus bayi kembar siam, tetapi kelayakan untuk operasi belum layak dan kami kirim keluar RSUDAM dan Alhamdulilah baru tahun ini kami melakukan operasi kembar siam," kata dr Billy.
"Provinsi Lampung sering terjadi bayi kembar siam setiap tahunnya, untuk kondisi terpisah. kecuali liver dan tulang dada bagian bawah yang menyatu," kata dr Billy.
Sementara itu, Humas RSUDAM Sabta Putra mengatakan, tim dokter belum selesai melakukan operasi terhadap bayi kembar siam tersebut dan kemungkinan operasinya selesai sampai malam.
"Jadi kami belum bisa memberi informasi terkait hasil operasi bayi kembar siam tersebut, tetapi nanti kalau sudah ada hasilnya kami akan merilisnya," kata Sabta.
Ia mengatakan, pihaknya meminta agar awak media untuk bersabar dan ikut mendoakan agar operasi berhasil.
Sebelumnya, Direktur RSUDAM dr Lukman Pura mengatakan, pemisahan bayi kembar siam ini bekerjasama dengan dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
"Jadi kami tim dokter RSUDAM bersama dengan pihak RSUD Dr Soetomo Surabaya akan dilakukan pemisahan bayi kembar siam tersebut," kata Direktur RSUDAM dr Lukman Pura.
Ia mengatakan, riwayat ibu bayi kembar tersebut selama kehamilan tidak memiliki penyakit tertentu.
"Namun pada empat bulan kehamilan sudah dapat diketahui bahwa bayi adalah kembar siam. Pada usia delapan bulan kehamilan, karena
keadaan tertentu maka dilakukan persalinan (prematur)," kata dokter Lukman Pura.
Lukman mengatakan, bayi kembar siam tersebut sudah masuk pada usia satu tahun yang menurut perhitungan secara medis merupakan waktu yang cukup memadai untuk dilakukan operasi pemisahan.
"Karena bayi tersebut sudah mengalami kematangan dari organ tubuh pada bayi tersebut. Maka pada usia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 tahun kami melakukan pemisahan bayi kembar siam tersebut," kata dr Lukman Pura.
"In Syaa Allah kami siap melakukan operasi terhadap bayi kembar siam tersebut, dan ini merupakan komitmen RSUDAM atas arahan dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk Lampung sehat," kata Lukman.
( Tribun Lampung / Bayu Saputra )
Polwan Polda Lampung Ziarah ke TMP Peringati Hari Jadi Polwan ke-77 |
![]() |
---|
Daftar 8 Pejabat Eselon III Lampung Selatan yang Baru Dilantik |
![]() |
---|
Bulog Lampung Sebut Stok Beras Bisa Suplai Provinsi Tetangga |
![]() |
---|
Bulog Lampung Tunggu Instruksi Pusat Soal Penyesuaian Harga Beras SPHP |
![]() |
---|
HET Beras Naik, Bulog Lampung Sebut Masih Jual Beras SPHP Rp 12.500 per Kg |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.