Kantor MUI Ditembak
Fakta Pelaku Penembakan Kantor MUI, Petani Pesawaran Lampung Mengaku Nabi
Pelaku penembakan kantor MUI Pusat diketahui bernama Mustopa NR (60), seorang petani asal Sukajaya, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Kecamatan Way Khilau, Tarmizi mengakui bahwa Mustopa merupakan warganya.
Pelaku tinggal bersama keluarganya di Desa Sukajaya. Pelaku berprofesi sebagai petani.
“Memang keseharianya Mustopa (pelaku) ini menjadi petani kakao di tempat tinggalnya,” ungkap Tarmizi.
Saat ditanya apakah pelaku selama tinggal di Desa Sukajaya tersebut mengikuti suatu aliran berupa pengajian, hal tersebut dibantah oleh Tarmizi.
Menurut Tarmizi, pelaku sepengatahuannya tidak pernah mengikuti pengajian dengan aliran tertentu.
Terkait konfirmasi pelaku sudah meninggal atau belum, dirinya tidak mengetahui.
6. Pernah Minta Pengakuan Warga
Gustam, tetangga pelaku di Pesawaran, menjelaskan, Mustopa pernah menyambangi warga secara door to door untuk menggelar hajatan di kediamannya dalam rangka pengangkatannya sebagai nabi.
Namun upaya Mustopa untuk meminta pengakuan warga tersebut ditolak mentah-mentah oleh warga.
"Dulu memang pernah dia mendatangi warga door to door mau ngadain hajatan. Tapi ya gak ada yang mau mengakui, bahkan sudah banyak juga dinasehati oleh warga sejak saat itu," kata Gustam.
Gustam menceritakan, asal muasal Mustopa meminta pengakuan sebagai nabi lantaran pernah bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW.
Mustopa menceritakan mimpinya itu jika dia diminta untuk melanjutkan perjuangan risalah kenabian.
"Sejak saat itu memang dia selalu minta diakui bahwa dia itu nabi yang melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad SAW," kata dia.
Meski demikian, kata Gustam, kehidupan sehari-hari Mustopa nampak normal seperti warga pada umumnya.
Dia tetap bekerja sebagai seorang petani dan membuat usaha sebagai penjual minyak eceran.
"Kalo kehidupannya itu normal, dia petani pernah juga jual minyak eceran. Dia punya kebun cokelat," kata Gustam.
Gustam sendiri mengaku kaget jika Mustopa melakukan penembakan di Kantor MUI Pusat.
"Makanya saya juga bener-bener kaget. Orang dia itu biasa sering becanda sering kumpul juga. Cuma memang satu itu dia tetap pingin diakui sebagai nabi," kata dia.
7. Kronologi Penembakan
Saat peristiwa kemarin pelaku sudah berada di kantor MUI sekitar pukul 10.00 WIB.
Pelaku kemudian melancarkan aksinya pada sekitar pukul 11.00 WIB.
Menurut Cholil Nafis, pelaku menembakkan airsoft gun ke pintu kaca MUI. Imbasnya dua orang pegawai mengalami luka-luka.
Ia juga menyebut aksi itu dilakukan saat para pimpinan MUI tengah melakukan rapat rutin tiap Selasa.
Cholil mengatakan rapat terus dilanjutkan lantaran saat itu pimpinan beranggapan kondisi sudah ditertibkan oleh petugas keamanan.
"Terus saja rapat, baru saja selesai jam 12, rapim rutin setiap Selasa," ujarnya.
(tribun network/fhm/igm/aci/dod/byu/oky)
Polres Back Up Polda Lampung Amankan 2 Pelaku Asal Pesawaran Terkait Kepemilikan Senjata |
![]() |
---|
Polisi Ungkap Mustopa Pelaku Penembakan Kantor MUI Tidak Terafiliasi Jaringan Teroris |
![]() |
---|
Penembak Kantor MUI Telah Dimakamkan di Pesawaran, Keluarga Mengaku Ikhlas dan Minta Dimaafkan |
![]() |
---|
Ekstremnya Jalan Menuju Lokasi Pemakaman Jenazah Pelaku Penembakan Kantor MUI |
![]() |
---|
Tangis Keluarga Penembak Kantor MUI Pecah saat Jenazah Mustopa Tiba di Rumah Duka |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.