Profil

Profil Kartinah, Aktivis Sosial Pringsewu Rawat Bocah Telantar

Kartinah, wanita paruh baya asal Kabupaten Pringsewu yang 40 tahun mengabdikan diri menjadi sukarelawan pekerja sosial.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Kartinah, wanita paruh baya asal Kabupaten Pringsewu yang 40 tahun mengabdikan diri menjadi sukarelawan aktivis sosial. 

Kartinah masih ingat, anak-anak terlantar tersebut kini berpencar ke masing-masing tempat, dan berkomunikasi sebatas sempat belaka.

Namun, hatinya masih bertaut dengan mereka, terkadang mengirimi kabar melalui telefon sekedar mengirimkan kabar bahagia dan cerita untuk Kartinah.

“Ada yang menjadi sarjana dan guru bahasa Indonesia Tulang Bawang, ada yang menjadi pegawai di Sumatera Selatan, Bandar Lampung serta daerah lain,” ucapnya.

Sesusai pensiun menjadi guru kini dirinya fokus di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Amanah Bunda yang didirikannya beberapa tahun lalu.

Terdapat beberapa anak yatim piatu yang tinggal di panti tersebut, dan semuanya sudah mulai dewasa bahkan beberapa diantaranya akan menyelesaikan pendidikan sarjananya.

“Yang mau jadi sarjana satu, yang akan melanjutkan studi di perguruan tinggi ada dua,” ucap Kartinah.

Kata Kartinah, saat ini LKS Amanah Bunda menambahkan lansia dan kaum disabilitas untuk masuk ke dalamnya.

“Sebenarnya bukan beralih, tetapi nurani yang menginginkan itu, lansia disini kebanyakan wanita, kami banyak bertukar cerita,” ucapnya.

Setengah tertawa dia mengakui, sekarang tempat ini bertambah ramai dan seru.

“Melengkapi tawa anak-anak, celotehan para lansia juga membuat kami sudah bersedih, kami  tersenyum setiap saat,” ungkapnya.

Kartinah bersyukur, saat ini para lansia yang tergabung dalam sekolah khusus usia senja semakin lama semakin bertambah.

“Kami suka berolahraga, suka memasak, dan kegiatan lainnya, di umur panjang ini kami bisa mengekspresikan kegembiraan ini bersama-sama walaupun dari latar belakang yang beragam,” tuturnya.

Di usianya yang sudah senja ini, Kartinah tak ragu untuk terus mengabdikan diri untuk orang banyak.

“Mungkin hidup dan mati tidak ada yang tahu, tetapi  yang terpenting di hidup saya adalah menjadi berguna untuk orang lain,” pungkasnya.

Penghargaan 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved