Berita Lampung

Ribuan Santri akan Jalan Sehat Sarungan Peringati Hari Santri di Bandar Lampung

Kanwil Kemenag Provinsi Lampung akan memperingati Hari Santri Nasional 2023 dengan jalan sehat sarungan libatkan ribuan santri di Bandar Lampung.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id
Kepala Kanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo jelaskan akan adakan jalan sehat sarungan di Bandar Lampung pada 15 Oktober 2023 untuk peringati Hari Santri Nasional. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kantor Wilayah Kementerian Agama ( Kanwil Kemenag ) Provinsi Lampung akan memperingati Hari Santri Nasional 2023.

Kepala Kakanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo mengatakan, pihaknya dalam memperingati Hari Santri Nasional 2023 akan melibatkan ribuan santri. 

Baca juga: Kemenag Lampung Dukung Literasi Agama Ubah Generasi Muda Terhindar Isu Negatif

Baca juga: Kemenag Lampung Prioritaskan Calhaj Sehat untuk 2024

"Ribuan para santri ini akan hadir untuk mengikuti jalan sehat sarungan di Bundaran Gajah pada 15 Oktober 2023," kata Kakanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo kepada Tribun Lampung, Senin (9/10/2023). 

Puji mengatakan, panitia memberikan tema pada Hari Santri 2023 yakni "Jihad Santri Jayakan Negeri".

Peringatan Hari Santri selain JSS akan diselenggarakan pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya.

Pihaknya meminta kemenag kabupaten dan kota, pondok pesantren (ponpes) hingga satuan pendidikan semua jenjang di bawah Kementerian Agama untuk menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional.

"Pada 24 Oktober akan ada halaqah (berkumpul) dengan ponpes se-Lampung, dan hari 15 Oktober 2023 diadakannya jalan sehat sarungan (JSS)," kata Puji. 

Puji mengatakan, ribuan santri dari semua daerah di Lampung akan hadir. 

Termasuk organisasi keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama hingga Muhammadiyah serta forum pondok pesantren akan dilibatkan.

Sementara itu, pada 19-22 Oktober 2023 bertempat UIN Raden Intan Lampung akan ada bazar kemandirian pesantren.

Peserta bazar berasal dari pesantren yang memiliki unit kerja satuan unit usaha pada lingkungan pesantren tersebut.

"Unit tersebut bisa menghidupi pesantren tersebut dengan mandiri," kata Puji.

Pihaknya meminta dengan bazar tersebut bisa ditunjukkan bahwa pondok pesantren itu bisa mandiri. 

"Ponpes itu harus mandiri dari segalanya," kata Puji. 

Ia mengatakan, para santri tahun 1946 berjihad melalui komando jihad santri. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved