Berita Lampung
Imbas Cuaca Ekstrem Bahan Pangan di Pesawaran Mengkhawatirkan
Imbas cuaca ekstrem yang terjadi pada saat ini di Kabupaten Pesawaran, Lampung dapat membuat bahan pangan mengkhawatirkan.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Imbas cuaca ekstrem yang terjadi pada saat ini di Pesawaran, Lampung dapat membuat bahan pangan mengkhawatirkan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pesawaran, Adhitya Hidayat saat menggelar diskusi isu perubahan iklim di Kantor Dinas Bappeda Pesawaran, Senin (23/10/2023).
Baca juga: Pemkab Pesawaran Salurkan Bantuan Beras Tahap 2 ke Masyarakat
Baca juga: 515 Warga Pesawaran Jadi Pekerja Migran, Kualitas Pelindungan Ditingkatkan
Dikatakannya, perubahan iklim seperti saat ini terjadi juga sangat berpengaruh pada program kerja dan pembangunan di Bumi Andan Jejama.
Adhitya menjelaskan, dampaknya adalah petani di desa-desa menjadi susah untuk bercocok tanam dikarenakan ketersediaan air berkurang yang menggangu proses tanam.
Berbicara soal pangan, tentu itu menyangkut kebutuhan yang mendasar.
Misalnya, seperti produktifitas padi sebagai bahan pangan pokok masyarakat.
“Kalau cuaca ekstrem tidak tertangani akan menyebabkan, kelangkaan pangan, menurunnya produktifitas, serta berimbas pada melambungnya harga,” kata Adhitya.
Untuk itu dalam diskusi ini, ungkap Adhitya, maka bisa bersama-sama saling berbagi, dalam mencari solusi.
Menurut dia, pemerintah dalam hal ini tidak bisa berjalan sendiri.
Tentunya butuh dukungan dari semua pihak, khususnya dalam rangka menjaga alam dan iklim serta cuaca ekstrem.
Perubahan iklim ini sangat berpengaruh pada program kerja dan pembangunan di Kabupaten Pesawaran.
Terutama kepada pihak-pihak yang berkaitan atau bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti KWT, Karang Taruna, pemerintah desa, dan juga para awak media.
“Pada pihak-pihaknya tersebut merupakan yang secara langsung , khususnya dalam menjaga alam dan situasi iklim yang terjadi saat ini,” terang dia.
Tak hanya itu saja, untuk mengatasi hal ini pun menggandeng steakholder terkait, seperti Dinas P3KP2KB, Dinas Pemerintahan Desa, Dinas Tanaman Pangan, Bappeda, PUPR, dan BPBD Pesawaran.
Sedangkan Direktur Mitra Bentala, Rizani Ahmad menambahkan, kegiatan ini merupakan diskusi dalam menyikapi situasi alam dan iklim yang saat ini sedang berlangsung, khususnya di musim kemarau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Diskusi-perubahan-iklim-di-pesawaran.jpg)