Lampung Bangkit

Lahan Pertanian di Lambar Terancam Gagal Panen, Hantoni Hasan: Langkah Antipasi Sudahkan Dijalankan?

Baik Pemkab Lampung Barat, Pemprov Lampung, Kementerian Pertanian, dan juga masyarakat khususnya petani yang merasakan dampak dari kasus ini.

Tribunlampung.co.id/endra zulkarnain
Politisi PKS Hantoni Hasan ketika berbincang dengan wartawan Tribun Lampung, Rabu (28/09/2022) 

"Kalau sudah ada langkah antisipasi, maka mesti juga ada kerjasama dan koordinasi yang baik antara Pemkab Lambar, Pemprov, dan Kementan," kata Hantoni.

Langkah antisipasi itu, menurut Hantoni Hasan, bisa dilihat dari aksi Pemkab yang memetakan dimana potensi kerawanan gagal panen dan bagaimana dampaknya.

Kemudian, juga ada upaya untuk menginventarisasi berapa banyak jumlah lahan yang berdampak gagal panen itu.

"Nah ini sebagai bahan evaluasi, mudah-mudahan sudah dilaksanakan," tandas Hantoni Hasan.

Sedikitnya 271 hektare lahan pertanian di Lampung Barat, Lampung berpotensi menurun hasil produksinya.

Kepala DTPH Pemkab Lampung Barat, Natadjudin Amran mengatakan, potensi ratusan lahan pertanian yang akan mengalami penurunan hasil produksi itu merupakan imbas dari El Nino.

Terdapat dua Kecamatan yang sangat terdampak fenomena El Nino ini antara lain Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS).

Kedua kecamatan tersebut merupakan wilayah yang menjadi sentra hasil pertanian khususnya padi.

Mayoritas lahan pertanian yang kekeringan terjadi di dua kecamatan itu sehingga terancam gagal panen dan menurunkan produksi pertanian.

Untuk Kecamatan Suoh setidaknya kurang lebih 150 hektare yang berpotensi mengalami penurunan produksi akibat gagal panen. Sedangkan untuk Kecamatan BNS sebanyak 121 hektare yang mengalami kekeringan dan mempunyai potensi penurunan produksi.

(Tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved