Pemilu 2024

Peserta Pilpres Bereaksi Terkait Adanya Kebocoran Data Pemilu 2024

Tak hanya membobol situs KPU, peretas tersebut mengungkap adanya data unik yang jumlahnya sampai 204 juta data.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Layar menunjukkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Minggu (2/7/2023). Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan DPT Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Peserta Pilpres bereaksi terkait kebocoran data Pemilu 2024. 

Tribunlampung.co.id - Peserta Pilpres bereaksi terkait adanya kebocoran data Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) Pemilu 2024.

Diduga terjadi peretasan situs KPU yang mengakibatkan kebocoran dat Pemilu 2024.

Baca juga: Tensi Pemilu Mulai Panas, Jokowi Minta Tak Khawatir: Kita Sudah Berpengalaman

Baca juga: Peserta Pemilu Hanya Boleh Bagikan Bahan Kampanye dengan Nilai Maksimal Rp 100 Ribu

Tak hanya membobol situs KPU, peretas tersebut mengungkap adanya data unik yang jumlahnya sampai 204 juta data.

Bahkan penjahat siber ini menawarkan data Pemilu 2024 tersebut untuk dijual dengan harga miliaran.

Sejumlah pihak termasuk peserta Pilpres 2024 memberikan tanggapan atas dugaan bocornya data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024.

Informasi kebocoran data milik KPU itu diketahui dari akun Jimbo di situs peretasan BreachForums yang diduga didapat dari situs KPU pada Senin (27/11/2023) sekira pukul 09.21 WIB.

Akun ini menampilkan beberapa tangkapan layar dari situs pengecekan DPT, https://cekdptonline.kpu.go.id/.

Data yang dibobol diklaim berupa nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, hingga alamat.

Dalam unggahan itu, "Jimbo" juga mengaku menemukan 204.807.203 data unik, jumlah yang hampir sama dengan jumlah pemilih di dalam daftar pemilih tetap (DPT) KPU RI sebanyak 204.807.203 pemilih.

Penjahat siber ini menjual data tersebut dengan harga 2BTC atau US$74 ribu (Rp1,14 miliar).

Sebetulnya, bocornya data KPU bukan kali pertama.

Pada era hype Bjorka, 2022, 105 juta data KPU diduga dibocorkan.

Berdasarkan penyelidikan saat itu, kebocoran data diklaim bukan berasal dari penyelenggara Pemilu.

Menyikapi dugaan kebocoran data pemilih tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari mengatakan data DPT Pemilu 2024 tidak hanya berada pada pusat data KPU.

Hasyim mengungkapkan data DPT juga dipegang partai politik peserta pemilu dan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved