UIN Raden Intan Lampung
UIN Raden Intan Jadi 'Role Model' Pembangunan Berkelanjutan di Lampung
UIN Raden Intan Lampung tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan tetapi juga sebagai model pembangunan berkelanjutan.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
Kemudian, lanjut rektor, Keterlibatan Masyarakat dan Pengembangan Kepemimpinan di kampus ditekankan untuk memperkuat praktik keberlanjutan.
Siswa dan staf didorong untuk berpartisipasi dalam proyek masyarakat, seperti kampanye penanaman pohon dan program pendidikan lingkungan untuk sekolah setempat. Program-program ini membantu melestarikan lingkungan dan membentuk pemimpin masa depan yang sadar lingkungan.
Keempat, Kerjasama dan Kemitraan. UIN Raden Intan Lampung juga aktif menjalin kemitraan dengan pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan lainnya untuk memperluas dampak keberlanjutan.
Kolaborasi ini memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan sumber daya serta pelaksanaan proyek bersama yang mengatasi masalah lingkungan berskala besar.
Terakhir, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. UIN Raden Intan Lampung secara rutin mengevaluasi efektivitas inisiatif keberlanjutannya.
Hal ini dilakukan melalui pengumpulan data, survei, dan masukan dari komunitas kampus, membantu mengidentifikasi area untuk perbaikan dan inovasi berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut Rektor juga mengatakan capaian UIN Raden Intan Lampung yang berhasil mendapatkan sebuah pengakuan global dari UI GreenMetric World University Ranking terhadap universitas-universitas yang unggul dalam ramah lingkungan dan pengelolaan kampus yang berkelanjutan.
UIN Raden Intan Lampung mendapat predikat sebagai kampus Islam peringkat teratas di Indonesia untuk inisiatif kampus hijau.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen universitas untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dalam pengelolaan lingkungan hidup ke dalam operasionalnya.
Hal ini menjadi tolok ukur global bagi lembaga-lembaga pendidikan Islam, menginspirasi inovasi berkelanjutan dan keunggulan dalam pembangunan berkelanjutan.
Hadir dalam pembukaan konferensi internasional yang mengusung tema Rethinking Environmental and STEM Education Curriculum for Coping VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) Era Through Advanced Learning Approached itu yaitu Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, para Dekan dan Wakil Dekan, guru besar serta empat pemateri konferensi internasional dan para peserta.
RIIC-ESME perdana ini menghadirkan pemateri diantaranya Ahmad Zaky El Islami PhD dari Universitas Sultan Agung Tirtayasa Indonesia, Dr Bawar Mohammed Faraj dari University of Halabja Iraq, Prasart Nuangchalerm PhD dari Mahasarakham University Thailand dan Prof Asep Bayu Dani Nandiyanto dari Universitas Pendidikan Indonesia.
(Tribunlampung.co.id/rls)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/UIN-RILmodel-pembangunan-berkelanjutan.jpg)