Pegadaian Syariah

Emaskan Rupiah Bersama Pegadaian Syariah Jadi Solusi Warga Lampung dalam Menabung

Menabung emas menjadi salah satu bentuk investasi yang kian diminati masyarakat, cenderung aman dari inflasi dan nilai jual semakin tinggi.

|
Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah
Kantor Pegadaian Syariah Radin Intan Lampung, Way Halim, Rabu (3/1/2024). Melayani gadai hingga menabung emas. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung -  Menabung emas menjadi salah satu bentuk investasi yang kian diminati masyarakat, tak terkecuali di Provinsi Lampung. Alasannya, selain aman dari pengaruh inflasi, nilai jualnya dalam jangka panjang semakin tinggi dibanding hanya menyimpan rupiah.

Data nasabah di Pegadaian Syariah Radin Intan Lampung yang menembus angka 18 ribu orang di tahun 2023 semakin menguatkan fakta meleknya masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai untuk berinvestasi emas.

Nani Setyaningsih, ibu muda dua anak ini adalah satu dari belasan ribu warga Lampung yang menyadari amannya investasi emas.

PNS tenaga kesehatan di salah satu puskesmas di Bandar Lampung itu mulai menyadari nilai rupiah gampang tergerus oleh inflasi atau gejolak perekonomian.

Membuka obrolan dengan Tribunlampung.co.id, Jumat (5/1/2024) siang, perempuan kelahiran tahun 1986 ini menceritakan, awal mulai nyemplung untuk berinvestasi emas adalah melalui program cicil emas di Pegadaian Syariah Radin Intan.

"Kalau tidak salah di tahun  2013-an, saat itu saya ambil cicilan emas 5 gram dalam jangka enam bulan. Saya bawa uang cash (tunai) mau beli emas perhiasan, ternyata tidak jual emas di kantor tersebut, adanya program cicilan emas," urai istri dari Fian A, mengenang awal mula tertarik investasi emas.

Dari itu dia mulai mengenal cicilan emas dan mulai jadi nasabah, hingga kemudian mendapat literasi mengenai ragam produk Pegadaian Syariah lainnya dan semakin kepincut untuk menjajal menabung emas dan mengambil program pembiayaan porsi haji.

"Alhamdulillah saya juga mengambil program pembiayaan porsi haji untuk saya dan suami pada 2021 lalu dan sudah lunas angsurannya senilai total Rp 50 juta untuk suami istri, tinggal menunggu waktu keberangkatan dan pelunasan hajinya saja," tuturnya bahagia.

"Bahkan sampai sekarang saya masih punya cicilan emas dan menabung emas dengan menyisihkan gaji tiap bulan," sambung warga yang tinggal di Jalan Ratu Dibalau Gang Cemara itu.

Meskipun hanya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per bulan yang dialokasikan untuk menabung dan mencicil emas, terusnya, tapi dengan konsistensi yang dijalaninya, kini nilai akumulasi emas miliknya di Pegadaian syariah sudah mencapai hampir 100 gram.

Salah satu nasabah Pegadaian Syariah tengah mengakses ragam promo di Instagram @pegadaiansyariahpusat
Salah satu nasabah Pegadaian Syariah tengah mengakses ragam promo di Instagram @pegadaiansyariahpusat (Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah)

"Saya nabung emas dari kantor Pegadaian Syariahnya masih berada di ruko kecil dan kini sudah memiliki kantor yang besar," selorohnya.

Nani mengaku sudah merasakan banyak keuntungan dari berinvestasi emas sehingga membuatnya tidak bisa move on dari menabung atau mencicil emas.

"Saya sudah merasakan dari awal saya beli emas batangan 10 gram masih seharga Rp 4,8 juta. Begitu saya jual di 2023 kemarin karena butuh dana segar, saya mendapatkan harga yang oke hingga dua kali lipat dari awal beli," bebernya.

"Ini tentu akan berbeda jika saya menyimpannya dalam bentuk uang atau rupiah, nilai uangnya di beberapa tahun mendatang malah mengecil dibanding nilai menyimpan emas," sambung dia.

Kini, Nani bahkan bisa mengedukasi orang di sekitarnya untuk menyimpan uang dalam bentuk emas logam mulia (LM), tidak hanya sebatas dalam bentuk emas perhiasan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved