Pemilu 2024
Pemotongan Biaya Operasional KPPS, PPS Kelurahan Way Mengaku Angkat Bicara
PPS Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat akhirnya angkat bicara soal dugaan pemotongan biaya operasional KPPS pada Pemilu lalu.
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
“Dari awal TPS kami tidak setuju. Namun melihat TPS lain pada setuju dan takut ada apa-apa, mau gak mau kita ikut tanda tangan,” terusnya.
Ia menilai, pemotongan biaya operasional itu membuat pihaknya kurang maksimal dalam hal pengeluaran anggaran pada hari H Pemilu.
Sebab, pihaknya harus mengatur hingga menekan pengeluaran sebaik mungkin agar Pemilu berjalan baik.
Padahal, berdasarkan data dari KPU Lampung Barat, anggaran senilai Rp 4,3 juta untuk satu TPS itu sudah ada rincian penggunaannya.
Anggaran itu diharuskan dibagi menjadi tiga penggunaan, mulai dari biaya dukungan operasional KPPS, dukungan tungsura, hingga uang makan serta snack.
Untuk dukungan operasional KPPS itu senilai Rp 1 juta. Rinciannya yakni paket data untuk dua orang Sirekap masing-masing Rp 50 ribu.
Kemudian multivitamin untuk tujuh KPPS dan dua linmas Rp 450 ribu, ATK Rp 150 ribu, dan kebutuhan lainnya Rp 300 ribu.
Selanjutnya untuk dukungan tungsuru, biaya yang dikeluarkan itu senilai Rp 2,4 juta dengan rincian alat scan/fotokopi senilai Rp 500 ribu yang dikenakan PPh 23.
Lalu pembuatan atau kelengkapan TPS senilai Rp 2 juta yang di dalamnya termasuk tenda, kursi, papan pengumuman, sound system, genset dan lainnya.
Selanjutnya untuk biaya makan dan snack senilai Rp 864 ribu dengan rincian Rp 720 ribu untuk makan sembilan orang (KPPS dan linmas) selama dua hari.
Kemudian Rp 144 ribu untuk snack yang diberikan ke sembilan orang (KPPS dan linmas) dengan hitungan selama dua hari juga.
Hitungannya satu orang itu akan mendapatkan Rp 48 ribu selama dua hari penghitungan suara.
Rinciannya, makan Rp 40 ribu dan snack Rp 8 ribu.
Selain di Kelurahan Way Mengaku, pemotongan serupa juga terjadi di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit.
Kabar ini didapat dari seorang temannya yang merupakan KPPS.
| Susunan Komisi DPR RI dari Dapil Lampung |
|
|---|
| Daftar Harta Kekayaan Anggota DPR RI Dapil Lampung, Kader PKB Paling Kaya |
|
|---|
| Harta Kekayaan Ahmad Junaidi Auly, Anggota DPR RI Dapil 1 Lampung |
|
|---|
| Daftar Harta Kekayaan Ahmad Muzani, Anggota DPR RI Dapil 1 Lampung |
|
|---|
| Daftar Harta Kekayaan Hanan A Rozak, Anggota DPR RI Dapil Lampung 2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ketua-KPPS-Way-Mengaku-Sarpin.jpg)