Berita Lampung
Ponpes Riyadhul Badi'ah Al-Amin Lampung Utara Dirikan Usaha Tempe, Kini Miliki 120 Pekerja
Kisah Rahmat Syolichin dirikan usaha tempe dari Ponpes Riyadhul Badi'ah Al-Amin dan kini sudah miliki 120 pekerja dari warga sekitar.
Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhul Badi'ah Al-Amin, Lampung Utara dirikan usaha tempe selain bergerak di pendidikan agama.
Menurut Pimpinan Ponpes Riyadhul Badi'ah Al-Amin, Lampung Utara Rahmat Syolichin hal itu sebagai inovasi untuk membuka peluang usaha warga sekitar.
Kini usaha kerajinan tempe Ponpes Riyadhul Badi'ah Al-Amin yang berdiri di Desa Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara telah berhasil ciptakan peluang kerja warga sekitar.
Dengan memberdayakan warga sekitar maka telah meningkatan ekonomi masyarakat.
Saat ini, Rahmat telah menghasilkan produksi industri UMKM berupa tempe, yang diberi merek dagang Al Amin.
Ia mengaku, terinspirasi dari berdirinya ponpes yang berbasis non-biaya (gratis).
"Inspirasi itu hadir berawal dari berdirinya ponpes yang berbasis non-biaya (gratis), jadi kita mengupayakan untuk mendapatkan anggaran (dana) pendukung pondok dengan konsep membuat usaha tempe," ujarnya, Senin (4/3/2024).
"Jadi produksi tempe ini dilakukan oleh Ponpes Riyadhul Ba'diah Al Amin dan dipasarkan oleh koperasi Jaya Tirta Mandiri," sambungnya.
Rahmat mengungkapkan, usaha ini baru beroperasi selama tiga bulan.
Namun, saat ini tempe produksinya, sudah memiliki pelanggan tetap, baik lokal desa, maupun beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Utara.
"Dengan konsep pengolahan yang tidak lagi manual, higienis, serta harga yang relatif murah, cukup dengan Rp 5 ribu rupiah sudah bisa membeli 3 bungkus tempe Al Amin," paparnya.
Dalam satu hari, produksi tempe miliknya, bisa menghabiskan 200 hingga 300 kilogram kedelai, dengan hasil produk mencapai 3.000 bungkus tempe.
Dengan menyerap ratusan karyawan dari lingkungan sekitar, bidang usaha tersebut dinilai mampu berkontribusi untuk mengurangi angka pengangguran di desa tersebut.
"Alhamdulillah kita sudah berdayakan 120 karyawan, yang semuanya adalah warga Desa Madukoro dan beberapa desa di Kecamatan Kotabumi Utara," katanya.
"Hasil dari penjualan, setelah dikurangi biaya produksi dan upah, sisa keuntungan kita kumpulkan untuk mengembangkan Ponpes dan membiayai para Santri," timpalnya.
Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini 30 Agustus 2025, Hujan Ringan hingga Sedang |
![]() |
---|
Polresta Maksimalkan Upaya Jaga Keamanan Bandar Lampung |
![]() |
---|
Kapolres Pringsewu Ajak Warga Jaga Kondusifitas Pasca Insiden Jakarta |
![]() |
---|
Klarifikasi Dokter RSUDAM Billy Rosan atas Kasus Meninggalnya Bayi Alesha |
![]() |
---|
DKL Bersiap Sambut Pameran dan Konser Musik Anak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.