Santri Ponpes di Lampung Meninggal

Santri Ponpes di Lampung Selatan Meninggal Diduga saat Ekskul Pencak Silat

AM santri di Ponpes Miftahul Huda 606, Desa Agom, Lampung Selatan meninggal diduga dunia saat mengikuti eskul pencak silat.

Tribunlampung.co.id/Dominus Desmantri Barus
Kondisi rumah duka santri ponpes yang meninggal dunia. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Selatan - AM santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda 606, Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan meninggal diduga dunia saat mengikuti eskul pencak silat.

Diketahui korban AM meninggal dunia di RSUD Bob Bazar Kalianda, Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (3/3/2024).

AM merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Ecep Marwan dan Epi Yulita, warga Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

AM sendiri adalah santri kelas 1 di pondok pesantren Miftahul Huda 606.

Ayah korban, Ecep Marwan mengatakan anaknya mengikuti extra kulikuler pencak silat di ponpes.

"Anak saya ikut pencak silat di pondoknya. Memang dari dulu dia aktif di pencak silat, dan sering mewakili ikut lomba," kata Ecep, Senin (4/3/2024).

Ecep mengatakan sebelum meninggal anaknya ikut pelatihan di kwartir cabang (kwarcab).

"Hari Kamisnya dia baru pulang dari kwarcab, karena ada pelatihan disana. Lalu, jumat paginya setelah kami selesai salad subuh, saya antarkan dia ke pondok. Itu terakhir kali kami ketemu," katanya.

Ecep mengatakan di lingkungan dan di keluarga anaknya dikenal sebagai anak yang baik dan periang.

Selain itu, Ecep mengatakan, anaknya merupakan atlet pencak silat yang sering mengikuti perlombaan.

"Kalau anak saya dikenal periang dan dikenal baik sama teman-temannya. Dia nggak pernah ada musuh. Dia tidak pernah cerita kalau ada masalah dengan orang," kata Ecep.

"Kalau anak saya itu hobinya pencak silat. Memang dia tekuni dari kecil. Dia sering mengikuti perlombaan. Nah, terakhir kali dia cerita bulan-bulan ini, akan ada uji kenaikan sabuk," sambungnya.

Ecep tidak mendapat firasat apapun sebelum kepergian anaknya.

Bahkan, Ecep sempat mengantarkan anaknya ke pondok pesantren tersebut, dua hari sebelum anaknya meninggal dunia.

Ecep menyebut saat itu pihaknya mendapat laporan dari pihak pondok pesantren untuk datang ke RSUD Bob Bazar.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved