Ramadan
Apa Hukum Menjalankan Salat Tarawih saat Ramadan dan Bagaimana jika Tidak Melaksanakannya?
Berikut penjelasan Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung Dr H Akhmad Ikhwani mengenai hukum menjalankan salat tarawih.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Hukum melakukan salat tarawih dalam Islam. Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung, Dr. H. Akhmad Ikhwani, L.c., M.A hukum melakukan salat tarawih adalah sunnah.
Berikut penjelasan Dr H Akhmad Ikhwani mengenai hukum menjalankan salat tarawih.
Abu Hurairah r.a., seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menganjurkan umatnya untuk melakukan salat malam (Tarawih) di bulan Ramadan, dan Beliau tidak memerintahkan dengan perintah yang wajib.
Beliau bersabda, “Barangsiapa melakukan salat malam (Tarawih) di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan murni mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah terdahulu.” (HR. Muslim).
Imam Nawawi berkata, “Salat Tarawih adalah sunnah berdasarkan ijma` (konsensus) para ulama.” (Al-Majmû’, Vol. IV, hlm. 31, Cet. Dar al-Fikr, Beirut).
Adapun orang yang tidak melakukannya, maka ia tidak berdosa, karena hukum salat Tarawih adalah sunnah, bukan wajib, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya.
Akan tetapi orang tersebut kehilangan keutamaan yang besar di bulan Ramadan, di antaranya adalah peluang diampuninya dosa-dosanya yang terdahulu, seperti disebutkan di dalam hadits di atas.
Wallahu a’lam.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.