Mudik Lebaran

Troli Barang Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Bikin Porter Menjerit

Jueni (60) mungkin tak mengira jika momen lebaran tahun ini akan mendapat sedikit rezeki.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: taryono
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Bobby Zoel Saputra)
Penumpang yang membawa barang bawaan menggunakan troli. Porter di Pelabuhan Bakauheni, Jueni (60) mungkin tak mengira jika momen lebaran tahun ini akan mendapat sedikit rezeki. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - Jueni (60) mungkin tak mengira jika momen lebaran tahun ini akan mendapat sedikit rezeki.

Pasalnya, rutinitas yang sudah menjadi pekerjaannya tiap tahun, kini tergeser oleh fungsi suatu teknologi.

Tugasnya sebagai Porter atau kuli panggul di suatu pelabuhan kapal laut kini tergantikan oleh suatu barang bernama troli.

Tiap subuh buta, ia mulai berangkat ke Pelabuhan Bakauheni Lampung berharap akan mendapat rezeki dari hasil mengangkat barang penumpang.

Perasaan semangat timbul tatkala penumpang turun dari kapal. Dengan wajah ramah ia tawari penumpang untuk memakai jasanya.

Semangat itu kadang menjadi sebuah penolakan dari sejumlah penumpang. Karena kebanyakan penumpang memilih untuk membawa barangnya sendiri.

Di samping itu, ada rasa kesedihan tersendiri baginya ketika penumpang memilih memakai troli barang yang disediakan oleh pihak ASDP.

Sebenarnya, ia merasa senang karena para penumpang diberi kemudahan dalam hal mengangkut barang-barang bawaan.

Namun dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat merasa sedih ketika melihat perannya yang mulai digantikan.

Semua kesedihan itu mampu ia tutupi dengan wajah ceria ketika berkumpul bersama teman-teman kuli panggulnya.

Padahal, di tahun-tahun sebelumnya, dirinya tak pernah absen mengangkat barang penumpang tiap kapal menyandar.

Namun tahun ini, semenjak diberlakukan sistem troli, ia bersama rekan-rekannya yang lain nyaris tak dapat panggilan jasa.

Pria asal Jawa ini mengaku, saat ini pendapatannya sebagai jasa kuli panggul belum cukup untuk menghidupi diri sendiri.

“Jujur enggak cukup. Karena yang saya dapat kurang lebih ya cuma Rp 50 ribu per hari. Ini juga kebantu karena momen lebaran,” ujarnya, Senin (8/4/2024).

“Kalau hari-hari biasa Rp 30 ribu. Untuk biaya sehari-hari belum cukup. Tapi ya tetap harus kita syukuri,” terusnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved