Berita Lampung

Pengguna QRIS di Lampung Melejit, Tembus 1.188 Ribu Orang

Pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Lampung terus mengalami peningkatan. Jumlahnya capai 1.188 ribu. 

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti
Bank Indonesia Provinsi Lampung Arry Priyanto memaparkan terkait pengguna QRIS di Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Lampung terus mengalami peningkatan.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi Lampung Arry Priyanto mengatakan, hingga Maret 2024 pengguna QRIS di Lampung mencapai 1.188 ribu orang. 

Jumlah tersebut bertambah 14.312 atau meningkat 3,43 persen (ytd) dibandingkan dengan Desember 2023.

Selanjutnya nominal transaksi QRIS di Provinsi Lampung pada Maret 2024 meningkat 168,3 persen (yoy).

Sementara itu jumlah merchant QRIS di Provinsi Lampung hingga April 2024 ada 531 ribu. 

Jumlah tersebut bertambah 24.202 atau meningkat 4,77 persen dibandingkan dengan Desember 2023.

Merchant QRIS sebagian besar ada di Bandar Lampung yakni 49 persen, kemudian diikuti oleh Lampung Tengah 10 persen, Lampung Selatan 9 persen, dan Metro 6 persen.

Berikutnya di sisi UMKM, sebanyak 61 persen usaha mikro sudah menggunakan QRIS.

Sedangkan usaha kecil 32 persen, usaha menengah 4 persen, dan usaha besar 2 persen.

Tak hanya di Lampung, secara nasional pengguna QRIS dan jumlah merchant juga terus mengalami pertumbuhan.

Tercatat, pada triwulan 1 tahun 2024, jumlah pengguna QRIS sudah mencapai 48,12 juta dan jumlah merchant 31,61 juta.

"Saat ini QRIS juga sudah bisa digunakan di negara Singapura, Malaysia, dan Thailand," ujar Arry dalam kegiatan Bank Indonesia Bersama Media (BBM) Triwulan II 2024, dengan tema strategi penguatan permintaan domestik ditengah ketidakpastian global, di Bukit Randu Resto, Rabu (8/5/2024)

Bank Indonesia Provinsi Lampung terus melakukan strategi perluasan QRIS, seperti dengan melakukan edukasi dan kampanye, melakukan ekspansiz serta sinergi dengan industri pemerintah pusat dan daerah, serta yang lainnya.

Selain itu secara nasional nominal transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D turun 3,80 persen (yoy), sehingga mencapai 1.831,77 triliun.

Nominal kartu kredit masih meningkat 7,71 persen (yoy) mencapai 105,13 triliun.

Nominal dan volume transaksi digital banking tumbuh positif 16,15 persen (yoy) dan 39 persen didorong transaksi transfer melalui mobile banking.

Nominal dan volume transaksi uang elektronik juga meningkat 41,70 persen (yoy) dan 40 persen (yoy).

Berikutnya uang kartal yang diedarkan meningkat 13,15 persen.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Jelita Dini Kinanti )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved