Pilkada 2024

Bursa Pilgub Lampung 2024, 12 Tokoh Berebut Rekom PDIP

Adapun mereka yang mengambil formulir bacagub yakni Hanan A Rozak, Arinal Djunaidi, Umar Ahmad, Riswan Mura, Bambang Handoko, Yusuf Kohar.

tribunlampung/Hurri Agusto
Umar Ahmad sesuai menjalani fit and proper test di kantor DPD PDIP Lampung, Senin (20/5/2024). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 12 tokoh memperebutkan rekomendasi dari PDIP dalam Pilgub Lampung 2024 mendatang.

Mereka terdiri dari delapan bakal calon gubernur dan empat bakal calon wakil gubernur.

Sekretaris Tim Penjaringan DPD PDIP Lampung Apriliati mengatakan, penjaringan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur ditutup bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Total ada 12 kandidat yang mendaftar hingga penjaringan ditutup, Senin (20/5/2024).

"Hari ini (kemarin) adalah terakhir pengembalian berkas. Total terdapat 12 tokoh yang mengambil berkas," ujar Apriliati.

Adapun mereka yang mengambil formulir bacagub yakni Hanan A Rozak, Arinal Djunaidi, Umar Ahmad, Riswan Mura, Bambang Handoko, Yusuf Kohar, Nuriah Bastari, dan Haryanto.

Sedangkan yang mengambil formulir bacawagub adalah Irfan Nuranda Djafar, Edy Irawan Arief, Abu Hasan, dan Yanuar Irawan.

Dari 12 pendaftar, terus dia, ada tiga orang yang belum mengembalikan berkas.

"Ada tiga orang yang belum konfirmasi mau mengembalikan berkas. Mereka adalah Riswan Mura, Yusuf Kohar, dan Haryanto," tambahnya.

Sementara pendaftar yang telah mengembalikan berkas diwajibkan menjalani fit and proper test sebagai bagian dari proses penetapan rekomendasi.

"Untuk fit and proper test akan tetap berjalan sesuai jadwal. Selanjutnya hasilnya akan diserahkan ke DPP. Nantinya DPP yang akan memutuskan rekomendasi," pungkasnya.

Salah satu yang mengembalikan berkas di PDIP adalah kader internal Umar Ahmad.

Ia mengembalikan berkas sekaligus mengikuti fit and proper test di kantor DPD PDIP Lampung, Senin (20/5/2024).

Umar Ahmad tiba sekita pukul 10.15 WIB dengan diiringi ratusan relawan pendukungnya.

Ia selesai menjalani fit and proper test sekira pukul 12.00 WIB.

Umar mengatakan, dalam momen Hari Kebangkitan Nasional, ia sangat bersemangat menghadapi fit and proper test.

"Hari ini bertepatan Hari Kebangkitan Nasional, dan kita ingin merayakan itu dengan mengembalikan berkas sekaligus menjalani fit and proper test," kata Umar yang juga Ketua Bappilu PDIP Lampung ini.

"Semoga hari ini kita bisa menghirup atmosfer kebangkitan nasional dan menyelaraskan dengan bangkitnya Sai Bumi Ruwa Jurai melalui gerakan kemajuan dan kesejahteraan Lampung yang kita cintai ini. Seperti halnya juga visi-misi kita," tambahnya.

Selama dua jam menjalani fit and proper test, Umar mengaku ditanya terkait visi dan misinya dalam upaya membangun Provinsi Lampung.

"Tadi kita berdiskusi tentang gagasan serta langkah apa saja yang akan saya bawa ke depan. Tidak ada yang berat. Tadi saya sempat terkejut dengan banyaknya pertanyaan. Tapi ada banyak hal menarik yang kami bicarakan, terutama apa yang musti kita usung untuk membawa Lampung lebih baik," jelasnya.

Terkait calon wakil yang akan mendampinginya, Umar secara diplomatis mengatakan situasi masih sangat dinamis.

Meski begitu, ia menyebut telah menyampaikan beberapa opsi partai untuk dijadikan mitra koalisi di Pilgub Lampung nantinya.

"Opsi nama belum ada yang disampaikan, tapi opsi partai sudah ada. Untuk opsi nama masih sangat dinamis, karena semua kemungkinan masih bisa terjadi," kata Umar lagi.

Koalisi Saburai

Selain PDIP, Umar Ahmad juga mengembalikan berkas penjaringan balongub ke Partai Demokrat Lampung, Senin (20/5/2024).

Umar Ahmad dan rombongan disambut hangat oleh Ketua Demokrat Lampung Edy Irawan Arief.

Menariknya lagi, Edy mengaku telah mempersiapkan nama jika PDIP dan Demokrat berkoalisi di Pilgub Lampung.

"Kami telah berkomunikasi. Jika PDIP dan Demokrat berkoalisi, tentu sudah bisa berlayar untuk mengusung calon di Pilkada 2024," kata Edy.

"Kita tahu bahwa Umar Ahmad ini mantan Bupati Tulangbawang Barat dan kuat di Dapil 2. Beliau juga Lampung Pepadun, dan saya merupakan putra daerah Lampung Barat, Lampung Saibatin. Maka jika dapat ridho, nama koalisi kami nanti Saburai," sambungnya.

Mendengar pernyataan Edy Irawan, Umar terlihat tersenyum.

Menurutnya, hubungan dia dengan Edy Irawan sudah berlangsung sejak lama.

"Saya sudah kenal baik dengan Wan Edy ini. Insya Allah di Pilkada 2024 PDI Perjuangan dan Demokrat bisa saling berkoalisi," ujar Umar.

Dia mengatakan tidak ada keraguan jika harus berpasangan dengan Edy Irawan di Pilgub.

"Hanya saja, semua keputusan rekomendasi berada di DPP," pungkasnya.

PKS Tawarkan 3 Kader

Sementara itu, DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung menyambangi kantor DPW Partai NasDem Lampung, Minggu (19/5) sore.

Agenda safari politik itu ditujukan untuk membangun koalisi PKS dan NasDem menuju Pilkada pada 27 November 2024 nanti.

Dalam kunjungan tersebut, PKS menawarkan tiga kader terbaiknya untuk berpasangan dengan Ketua DPW NasDem Lampung Herman HN pada Pilgub Lampung 2024 nanti.

Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim mengatakan, pihaknya tidak membuka penjaringan terbuka bagi bakal calon kepala daerah untuk Pilgub Lampung.

Sebagai gantinya, PKS Lampung langsung bersilaturahmi dan melakukan komunikasi politik dengan parpol lain untuk menjajaki koalisi.

Dia mengatakan, safari politik PKS tak cuma dilakukan dengan NasDem, melainkan dengan semua parpol yang memiliki kursi di DPRD Lampung.

"Secara kelembagaan, DPW PKS Lampung tidak membuka penjaringan untuk bakal calon gubernur Lampung. maka langkah yang diambil PKS adalah melakukan komunikasi dengan semua parpol, terutama yang memiliki kursi di parlemen," ungkap Mufti Salim dalam keterangannya.

Menurut Mufti, langkah awal yang akan dilakukan PKS Lampung yakni menjalin komunikasi dengan partai koalisi saat mengusung capres, yaitu NasDem dan PKB.

"Selanjutnya PKS akan bersilaturahmi dengan PKB, Golkar, dan semua parpol yang ada di parlemen. Pembicaraan dengan NasDem menjadi pijakan pembicaraan dengan partai lain," terang dia lagi.

Mufti mengatakan, dengan perolehan tujuh kursi di DPRD Lampung, PKS tidak akan memaksa untuk menawarkan calon gubernur.

Namun, PKS menyodorkan tiga kader sebagai opsi calon wakil yang akan mendampingi Herman HN di Pilgub Lampung.

"Ada Pak Muzzammil Yusuf (anggota DPR RI Dapil Lampung 1), Pak Junaidi Auly (anggota DPR RI Dapil Lampung 2), dan saya sendiri Ahmad Mufti Salim. Tapi sekali lagi, tergantung komunikasi nanti dengan siapa cocoknya," sebut Mufti.

NasDem tidak hanya membuka peluang berkoalisi dengan PKS di Pilgub Lampung.

Namun, juga dalam Pilkada di tujuh kabupaten/kota di Lampung.

Ketua DPW NasDem Lampung Herman HN mengatakan, komunikasi dengan PKS dilakukan sesuai arahan Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh.

NasDem dan PKS merupakan partai koalisi yang sama-sama mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 lalu.

"Komunikasi yang kami lakukan dengan PKS membahas bagaimana agar dari DPP sampai tingkat daerah bisa bersama (koalisi)," ujar Herman, Senin (20/5/2024).

Herman membenarkan PKS menawarkan tiga kader untuk mendampinginya pada Pilgub Lampung 2024 nanti.

"Ada tiga nama yang diajukan, (sebagai) wakil ya. Ada Pak Muzammil, Junaidi Auly, dan Pak Mufti Salim sendiri," jelasnya.

Terkait tawaran tersebut, Herman mengaku tak menutup kemungkinan bisa berpasangan dengan salah satunya.

Meski begitu, ia menyebut belum ada kesepakatan resmi terkait hasil pertemuan tersebut.

"Bisa terjadi, tinggal dibicarakan saja, karena ini tidak bisa sekali pertemuan saja. Ini baru tahap awal. Tinggal nanti dilihat di mana yang cocok dan bisa dilanjutkan," imbuhnya.

Terlebih, Herman juga mendaftar penjaringan sebagai bacagub di beberapa partai lain.

"Saya juga kan sudah mendaftar di PAN, di Demokrat juga. Ya kita komunikasi terus dengan partai-partai yang ada agar bagaimana ke depan bisa bersama (koalisi)," imbuhnya.

Lebih lanjut, Herman mengakui ada peluang koalisi dengan PKS di Pringsewu, Lampung Selatan, Metro, Pesisir Barat, Lampung Timur, dan Mesuji.

"Ada sekitar tujuh kabupaten/kota yang dijajaki agar NasDem dan PKS bisa berkoalisi. Kita tetap melihat kondisi real di lapangan, termasuk perolehan kursi Partai NasDem maupun PKS sendiri," imbuhnya. (Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved