Kawah Nirwana Lampung Barat Meletus

Usai Meletus, Kawah Nirwana Lampung Barat Ditutup untuk Wisatawan

Lokasi wisata Kawah Nirwana atau Keramikan di Suoh, Lampung Barat, Lampung ditutup pasca terjadinya peristiwa letusan.

|
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Dokumentasi BPBD
Kepala BPDB Lampung Barat, Padang Priyo Utomo saat meninjau lokasi kawah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Lokasi wisata Kawah Nirwana atau Keramikan di Suoh, Lampung Barat, Lampung ditutup pasca terjadinya peristiwa letusan.

Penutupan lokasi wisata kawah di Lampung Barat itu dilakukan untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan pasca letusan yang menimbulkan asap tebal dan material pasir.

Untuk itu, Kares TNBBS Suoh, Lampung Barat, Sulki menyatakan destinasi wisata Suoh khususnya pada spot Kawah Nirwana atau Keramikan ditutup untuk wisatawan.

“Sebenarnya sejak sebelum lebaran untuk spot wisata ini telah ditutup untuk wisatawan, terlebih sejak kejadian kemarin,” ujarnya, Sabtu (25/5/2024).

“Tentunya kami tidak memperkenankan adanya wisatawan yang mendekat, apalagi memasuki area tempat dimana letusan terjadi,” sambungnya.

Saat ini, pihaknya terus memantau kondisi aktivitas kawah meskipun hanya pengamatan tanpa didukung peralatan yang memadai.

Ia juga mengaku, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk terus waspada dan jangan mendekati kawah.

“Tentunya kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap waspada, khususnya yang untuk yang berdekatan dengan lokasi kawah,” ucapnya.

“Karena kita tidak tahu kapan letusan kembali terjadi. Sampai kondisi benar-benar aman, kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah,” imbuhnya.

Sebelumnya, BPBD Lampung Barat terjun langsung ke lokasi erupsi atau letusan lokasi wisata Kawah Nirwana atau Keramikan di Suoh, Lampung Barat.

Kepala BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo memastikan, tidak ada dampak buruk bagi warga sekitar pasca letusan yang mengeluarkan material pasir hingga asap tebal itu.

“Saat ini saya Kepala BPBD Lampung Barat bersama perwakilan TNI dan Polri berada di 50 meter dari titik kejadian erupsi,” ujarnya, Rabu (24/5/2024).

“Bisa dipastikan dampak erupsi pada Kawah Keramikan ini tidak menimbulkan awan panas dan gas beracun,” sambungnya.

Meski begitu, letusan yang terjadi pada kawah itu memberi pengaruh kekeringan terhadap tumbuhan di sekitar kawah.

“Untuk 50 meter di sekitarnya, bisa dilihat tanaman-tanaman di sekitar mengalami kekeringan akibat semburan,” jelasnya.

“Itu gejala alam yang ditimbulkan dari erupsi. Dan saat ini titik lokasi letusan telah membentuk kolam kawah yang cukup besar,” tambahnya.

Kendati masih terbilang aman, pihaknya tetap mengimbau warga sekitar agar tidak melakukan aktivitas di dekat kawah tersebut.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved