Pilkada 2024
Teka-teki Wakil Arinal Djunaidi Saat Pilgub Lampung 2024, Sosok Ini Dibutuhkan
Teka-teki calon wakil Arinal Djunaidi dalam mengarungi 'pertarungan' di gelaran Pilgub Lampung 2024, hingga kini masih menjadi misteri.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Teka-teki calon wakil Arinal Djunaidi dalam mengarungi 'pertarungan' di gelaran Pilgub Lampung 2024, hingga kini masih menjadi misteri.
Diketahui, Arinal Djunaidi telah resmi menerima surat rekomendari dari Partai Golkar sebagai calon gubernur dalam perhelatan Pilkada 2024 serentak, November 2024.
Kini, Arinal Djunadi masih menjajaki komunikasi dengan sejumlah partai untuk berkoalisi.
Lantas, dengan siapa rencananya Arinal Djunaidi akan berduet?
Meski belum diketahui siapa, namun Arinal Djunaidi telah memberikan kode seperti apa sosok sang wakil nantinya.
"Saya butuh sosok wakil yang berpengalaman dan pandai supaya bisa saling mengingatkan dalam menjalankan pemerintahan nantinya."
Sayangnya, Gubernur Lampung periode 2019-2024 itu masih merahasiakan nama calon wakilnya.
"Untuk siapa wakilnya masih rahasia," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPD l Golkar Lampung, Arinal Djunaidi menunjukan surat rekomendasi yang diterimanya dari DPP Partai Golkar kepada awak media di Bandar Lampung, Jumat (5/7/2024).
Arinal menunjukan bahwa surat rekomendasi itu ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen DPP Golkar Lodwick F Paulus. Surat tersebut dikeluarkan di Jakarta, pada 29 Juni 2024.
Dengan mendapatkan surat tugas itu, Arinal menegaskan, hanya ada namanya dalam surat rekomendasi itu.
"Ini merupakan bukti penugasan tunggal, sama dengan rekomendasi untuk mencari calon wakil gubernur," kata Arinal Djunaidi.
Lebih lanjut Arinal menjelaskan, isi surat tugas itu dalam rangka sosialisasi dalam gerak kerja Golkar terkait dengan pemilihan kepala daerah 2024.
"Perintah itu dalam rangka sosialisasi dalam rangka lebih mudah mendapatkan suara simpati sehingga Golkar bisa mendapat kemenangan," ungkapnya.
Di dalam proses itu, kata Arinal, dirinya akan melakukan pendekatan sosialisasi dan ada proses survey elektabilitas.
"Oleh karena itu saya dipanggil untuk mendapatkan perintah bahwa intruksi kepada bakal cagub yang ditandatangani oleh Ketum dan Sekjend kepada Arinal untuk melakukan komunikasi kepada partai bisa sejalan untuk pencapaian gubernur," katanya.
"Saya juga dimintai mencari pendekatan dalam upaya wakil gubernur yang akan saya sampaikan pada 16 Agustus 2024," tuturnya.
Dan setelah mendapat rekom dari Partai Golkar, ia mengaku optimistis raih rekom dari partai lain sebagai syarat maju di Pemilihan Gubernur Lampung 2024.
Sebab, sejauh ini komunikasinya bersama partai lain di Lampung berlangsung baik.
"InsyaAllah mudah-mudahan dalam waktu dekat partai lain juga turut merekom, setelah rekom dari Golkar jatuh terhadap saya," kata Arinal.
"Sejauh ini komunikasi antar partai lain berlangsung bagus, mudah-mudahan minggu depan ada partai lain selain Golkar yang memberi rekom," sambungnya.
Dia mengatakan diberi DPP Golkar waktu hingga 16 Agustus 2024 untuk menetapkan calon wakilnya di Pilkada 2024.
PDIP dan Demokrat
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung, Sutono mengucapan selamat kepada Arinal Djunaidi yang mendapatkan surat rekomendasi sebagi Cagub Lampung dari DPP Golkar.
"Saya ucapkan selamat kepada pak Arinal atas rekom dari Paryai Golkar," kata Sutono, Jumat (5/7).
Lebih lanjut, Sutono turut mendoakan agar Arinal bisa segera dapat mintra koalisi untuk maju pada Pilgub 2024.
"Dan mendapatkan pasangan calon wagub yang diinginkan," pungkasnya.
Sementara Ketua Partai Demokrat Lampung, Edy Irawan Arief mengucapkan selamat kepada petahana Gubernur Arinal Djunaidi atas surat rekomendasi dari Partai Golkar.
"Saya sampaikan selamat kepada Arinal Djunaidi yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Golkar untuk jadi calon Gubernur Lampung," kata Edy Irawan, Jumat (5/7/2024).
Atas rekom Golkar, Edy Irawan menyampaikan turut mengajak Arinal dan Partai Golkar untuk bersama Demokrat mewujudkan Lampung yang lebih unggul.
"Mari kita lanjutkan komunikasi untuk menjadi mitra koalisi di Pilgub Lampung."
"Saya berharap koalisi juga bisa linear ke 15 kabupaten dan kota," ujarnya.
Edy Irawan mengaku, sudah lama kenal dengan Ketua Golkar Provinsi Lampung itu.
Bahkan, kata dia, keduanya merupakan teman sejak kecil.
"Secara khusus saya sudah lama mengenal sosok Arinal sebagai sahabat sejak kecil," tuturnya.
Mengenai koalisi, Edy mengaku pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat dalam hal ini DPP partai.
"Kita tunggu saja semua masih di pusat," imbuhnya.
PAN dan PKS
Sedangkan Ketua DPW PAN dan PKS Lampung mengaku baru mendengar kabar tersebut, sehingga belum bisa berkomentar banyak.
"Saya baru mendengar, ini level Gubernur sehingga banyak campur tangan pusat."
"Komunikasi terus kami jalin dengan semua pihak," kata ketua DPW PAN Lampung, Irham Jafar Lan Putra.
Soal peluang PAN mengusung Arinal Irham menyatakan masih keputusan pusat.
"Yang jelas komunikasi PAN bersama bakal calon gubernur semua berlangsung baik, termasuk Pak Arinal, mengenai rekom kita tunggu pusat," tuturnya.
Sementara itu, Ketua PKS Lampung Ahmad Mufti Salim mengaku terkejut mendengan kabar Arinal dapat surat rekomendasi Golkar.
"Surprise, pantesan banyak geter ini handphone. Bisa jadi ini Pak Arinal yang telpon," kelakarnya.
Mufti melanjutkan, komunikasi dengan Partai Golkar juga terus dilakukan.
Pihaknya sudah pernah berkunjung ke rumah pemenangan Golkar di Rawa Laut, Bandar Lampung beberapa waktu lalu.
"Semua komunikasi berjalan, dengan Arinal, Herman dan Mirza ketiganya kami intensif, karena sesama ketua partai."
"Umar dan Hanan sudah juga lewat tim penjaringan tapi bukan personal," tuturnya.
Namun Mufti mengaku belum dapat berkomentar terkait koalisi maupun rekomendasi PKS di Pilgub 2024.
( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )
Kepala Daerah di Lampung yang Diusung Gerindra Diingatkan Jauhi Korupsi |
![]() |
---|
Sengketa Cakada Masuk Tahap Pemeriksaan, Bawaslu Lampung Siaga di Jakarta |
![]() |
---|
Pilkada Dipilih DPRD, PDIP Lampung dan PKB Ingin Kajian dan Ruang Diskusi |
![]() |
---|
Pleno Penetapan Paslon Terpilih, KPU Lampung Tengah Tunggu Surat MK |
![]() |
---|
KPU RI Kerahkan 200 Orang Tangani Sengketa Pilkada di MK |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.