Pilkada 2024

Jelang Pilgub Lampung 2024, Pj Gubernur Samsudin Beri Pesan Warga Agar Jeli Memilih

Pj Gubernur Lampung, Samsudin, berpesan kepada masyarakat Lampung untuk jeli dalam memilih calon pemimpinnya nanti dalam Pilkada 2024.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
Pj Gubernur Lampung, Samsudin (2 kiri), Ketua KPU Lampung Erwan Bustami (kanan) dan Ketum AIPI Pusat Alfitra Salamm (2 kanan) saat jadi narasumber dalam podcast di studio Tribun Lampung TV, Selasa (16/7/2024). Dalam kesempatan itu, Samsudin berpesan kepada masyarakat Lampung untuk jeli dalam memilih calon pemimpinnya nanti dalam Pilkada 2024 serentak. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Penjabat atau Pj Gubernur Lampung, Samsudin, berpesan kepada masyarakat Lampung untuk jeli dalam memilih calon pemimpinnya nanti dalam Pilkada 2024 serentak.

Diketahui, gelara Pilkada 2024 serentak juga akan berlangsung Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur atau Pilgub Lampung.

Pesan tersebut disampaikan Pj Gubernur Lampung saat hadir dalam podcast bincang politik di studio Tribun Lampung TV pada Selasa (16/7/2024).

Tak sendiri, Pj Gubernur berbincang dengan Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami dan Ketua Umum Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Pusat, Alfitra Salamm dan dipandu host Mutiara.

Dalam podcast bincang politik di studio Tribun Lampung TV kali ini mengusung topik, 'Belajar dari Pemilu, Menuju Suksesi Pilkada Serentak 2024'.

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Lampung mengimbau masyarakat untuk tidak golput dan jeli dalam menentukan sosok pemimpin untuk 5 tahun ke depan.

"Seseorang yang melakukan golput tentu akan merugikan dirinya sendiri dan masyarakat banyak."

"Jika hak pilih tidak digunakan dengan baik, bisa saja calon yang tidak memiliki visi misi dan calon yang punya track record kurang baik bisa terpilih dan tentu akan merugikan daerah Lampung," kata Samsudin, Selasa (16/7/2024).

"Maka, mari sukseskan pilkada dan gunakan hak pilih secara baik," sambungnya.

Sementara itu, Erwan Bustami mengatakan, pihaknya akan terus melakukan upaya agar partisipasi masyarakat meningkat di Pilkada 2024.

"Kami akan melakukan kerja sama dengan semua stakeholder, terutama Pemerintah Provinsi Lampung."

"Alhamdulillah Pemrov Lampung juga mendukung dan memfasilitasi seluruh kebutuhan Pilkada 2024," kata Erwan.

Erwan menambahkan, pemerintah daerah di Lampung juga turut serta mensosialisasikan tahapan Pilkada 2024.

"Sejauh ini, tahapan KPU telah men-coklit data pemilih yang telah mencapai 95 persen lebih, termasuk Bawaslu turut mengawasi dan melakukan uji petik," sambungnya.

Erwan pun berharap, Pilkada 2024 lebih baik dari tahapan Pemilu kemarin.

Sementara itu, Alfitra Salamm mengatakan, AIPI juga ikut melakukan upaya dalam menyukseskan Pilkada 2024.

"Fokus dari AIPI ini sebenarnya lebih kepada pendidikan politik."

"Karena sejauh ini, KPU dan Bawaslu tidak memiliki desain pendidikan politik."

"Seperti terjadinya golput ini, karena pendidikan politik yang belum jelas."

"Saya berpikir kita bisa membuat UU untuk masyarakat wajib memilih," kata Alfitra.

Selanjutnya, dia berharap, agar penyelenggara pemilu konsen terhadap tim adhoc tingkat kecamatan hingga kelurahan.

"Karena terkadang, tim adhoc tingkat kecamatan dan kelurahan tidak terpantau sehingga mencederai Pilkada."

"Maka harapannya masyarakat turut mengawasi kinerja penyelenggara Pemilu," tuturnya.

Alfitra menambahkan, dengan kekutan masyarakat, maka demokrasi akan lebih baik.

"Sekarang ini ada pilar baru dalam demokrasi yakni masyarakat yang disebut netizen, di atas langit masih ada netizen."

"Nah, dengan kekuatan netizen ini bisa (membantu) mengawasi persoalan yang ada," tandas Alfitra.

( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved