Berita Lampung

Puncak Peringatan Harganas 2024 Lampung, Isu Stunting Masih Jadi Prioritas

Masalah stunting di Lampung masih menjadi isu prioritas dalam gelaran peringatan Harganas tahun 2024 yang digelar di Kantor Perwakilan BKKBN Lampung

Penulis: Agustina Suryati | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id / Agustina Suryati
Penggerakan dan Informasi BKKBN Sukaryo Teguh Santoso secara simbolis memberikan potongan tumpeng ke Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Nurizky Permanajat 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Peringatan Hari Keluarga Nasional di Lampung mencapai puncaknya hari ini, Kamis (1/8/2024).

Acara tersebut digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan tema Hari Keluarga Nasional ke-31 pada tanggal 29 Juni 2024 adalah "Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas", di Kantor Perwakilan BKKBN Lampung, Bandar Lampung.

Masalah stunting di Lampung masih menjadi isu prioritas dalam gelaran peringatan Harganas tahun 2024 ini.

Tidak hanya di Lampung, program penanganan stunting ini juga menjadi fokus bersama di Indonesia tahun 2024 ini.

Mengingat target nasional untuk menurunkan pravelensi stunting ialah 14 persen di tahun 2024.

Seperti yang telah dikatakan oleh Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Sukaryo Teguh Santoso, stunting sampai saat ini masih menjadi tangangan terbesar di bidang Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan KB.

Sebab prevalensi stunting sebagai salah satu indikator pembangunan kualitas SDM masih cukup tinggi.

“Stunting memang harus kita atasi bersama, mengingat dampaknya yang serius dimasa depan. Selain aspek kesehatan, kualitas juga akan menurunkan produktifitas,” ujar Sukaryo dalam sambutannya di puncak peringatan Harganas BKKBN Lampung.

Namun demikian, ia tetap bersyukur  bahwa upaya penurunan stunting menunjukan tren positif meski tahun 2023 penurunannya kecil.

Maka menurutnya masih ada waktu tahun 2024 ini untuk mencapai target penurunan nasional atau bahkan lebih.

“Lampung capaian stunting nya sudah di bawah rata rata nasional, angkanya 14,9 persen pada tahun 2023. Saya kira ini cukup baik sedangkan target nasional ini 14 persen . Maka saya kira tahun ini mudah mudahan Lampung sudah di bawah 14 persen,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia kemudian meminta untuk terus meningkatkan berbagai terobosan yang sudah dilaksanakan di Lampung.

“Pada bulan juni yang lalu, kita telah melaksanakan Pengukuran dan intervensi serentak di Posyandu untuk PPS. Potret Lampung selama gerakan intervensi serentak, sebanyak: dari sasaran jumlah Balita 562.056 (Data EPPGBM), sebanyak 561.090 yang diukur (99,83 persen). Selanjutnya dari jumlah Balita yang diukur, terdapat 119.581  (21,31persen) Balita bermasalah gizi, dan 10,9 persen atau 13.040 balita yang dilakukan intervensi,” jelasnya lebih rinci.

Melihat situasi tersebut dan waktu yang singkat di tahun ini, maka perlu dilakukan intervensi/pendampingan terhadap calon pengantin, Bumil, dan Balita bermasalah gizi sebagaimana data hasil intervensi serentak Posyandu.

Selain itu juga menekankan dalam upaya  Intervensi baik spesifik (ASI, PMT) maupun sensitif (penyediaan air bersih, sanitasi, KB).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved