Pembobolan Minimarket di Bandar Lampung

Pelaku Pembobolan Minimarket di Bandar Lampung Jual Barang Curian untuk Modal Judi Slot

Ponidi dan Sandi Firmansyah mengakui bahwa mencuri barang-barang di minimarket lalu dijual untuk modal main judi online (judol) slot. 

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Petugas saat menginterogasi dua pelaku pembobolan minimarket dengan 12 TKP di Kota Bandar Lampung, Selasa (27/8/2024). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ponidi (38) dan Sandi Firmansyah (23) warga Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, mengakui bahwa mencuri barang-barang di minimarket lalu dijual untuk modal main judi online (judol) slot. 

"Jadi barang-barang yang saya ambil lalu dijual ke Kampung Dalam dan dibuat untuk foya-foya, makan sehari-hari dan main judi online slot," kata Ponidi, pelaku pembobol minimarket saat diwawancarai awak media disela-sela konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (27/8/2024). 

"Kalau judol tidak lama, tidak juga nyabu dan inek, hanya untuk judol saja," terus Ponidi. 

Dikatakannya, dirinya masuk bersama satu orang setiap melakukan aksinya dan selalu mengambil CCTV.

Dengan target minimarket yang tidak dijaga atau sepi dari keramaian.

"Kami menggambar TKP (tempat kejadian perkara) dulu, sehari saja dan barulah malamnya kami langsung beraksi," papar Ponidi. 

Ponidi mengatakan, tim setiap kali beraksi bervariasi mendapatkan keuntungan dan semuanya dibagi tiga. 

Saat ditanya siapakah yang mempunyai inisiatif melakukan modus bobol atap minimarket, Ponidi mengatakan, semua semuanya punya ide bersama-sama.

Dirinya bersama rekannya sekali beraksi mencapai Rp 20 jutaan barang yang dijual lalu dibagi tiga.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved