UIN Raden Intan Lampung

Maftuchah Wan Jamaluddin Sebut Perempuan Harus Memiliki Kecakapan dalam Membina Hubungan Baik

Ketua DWP UIN RIL Maftuchah Wan Jamaluddin menyampaikan bahwa perempuan harus memiliki kecakapan dalam membina hubungan baik.

Istimewa
Ketua DWP UIN Raden Intan Lampung sampaikan laporan kepada Penasehat DWP Kemenag Hj Eny Retno Yaqut. 

TRIBUNLAMPUNG.CO, Bandar Lampung - Ketua DWP UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) Maftuchah Wan Jamaluddin menyampaikan bahwa perempuan harus memiliki kecakapan dalam membina hubungan baik, berlapang dada, menjaga tutur kata dan sikap perilaku, serta ikhlas lillahi ta’ala.

Hal tersebut disampaikan dalam laporan program kegiatan DWP UIN RIL kepada Penasehat DWP Kementerian Agama (Kemenag) Hj Eny Retno Yaqut dalam Pembinaan dan Seminar DWP Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI Batch 13 pada Rabu (4/9/2024).

Pelaksanaan program kegiatan yang dilaporkan meliputi penyediaan fasilitas day care bagi anak-anak dosen dan pekerja di lingkungan kampus, bakti sosial kepada anak yatim dan dhuafa, serta seminar-seminar strategis seperti sosialisasi moderasi beragama dan produk halal.

“Tidaklah mudah menjadi wanita yang berguna bagi sesama, berdaya, dan dapat diandalkan. Ini adalah tujuan mulia kita semua, menjadi wanita yang selalu menemukan solusi atas permasalahan yang hadir dan menciptakan kenyamanan dalam berorganisasi,” kata Maftuchah.

Sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan tersebut, Hj. Eny Retno Yaqut, menggarisbawahi pentingnya tanggungjawab dan peran perempuan dalam keluarga dan organisasi.

“Being responsible is an enormous privilege. It’s what marks anyone a fully grown human,” ujar Eny, mengutip mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Eny menekankan setiap keputusan untuk berperan aktif atau tidaknya adalah tanggung jawab pribadi yang berkaitan dengan kesadaran masing-masing. 

Eny menjabarkan karakteristik perempuan berkualitas (high value), yaitu percaya diri, menghargai diri sendiri, mandiri, memiliki pemahaman tentang nilai diri, empati, kedewasaan emosional, intelektualitas, perencanaan dan tujuan, merawat diri, memiliki batasan yang sehat, dan berkontribusi. 

Lebih lanjut, DWP yang kuat, menurut Eny, harus memiliki program dengan visi, misi, dan tujuan yang jelas, terukur, dapat dicapai (reachable), dan relevan dengan kebutuhan pengurus serta anggota.

Turut hadir membersamai Penasehat DWP,  Ketua DWP Kemenag RI Hj Hilda Aini Syifa Ramdhani beserta seluruh jajaran pengurus. 

Dalam Sambutannya, Hilda Aini menyebut bahwa pembinaan bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan kontribusi maksimal yang dapat diberikan oleh anggota DWP di satuan kerja masing-masing, sehingga dapat menjadi perempuan berkualitas, baik di sektor publik maupun domestik.

 “Tentunya apa yang disampaikan Penasehat DWP sangat bermanfaat dalam mengembangkan potensi diri, memperkuat kepemimpinan, serta memperbaiki cara berkomunikasi dan berkolaborasi dengan seluruh anggota DWP di lingkungan Kemenag”, tandasnya

“Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Penasehat yang selalu menjadi motivator, inspirator, yang selalu memberikan kehangatan dan semangat kepada kita semua dalam menjalankan program-program selama ini,” ucap Hilda Aini dalam mengakhiri sambutan.

Kegiatan yang mengusung tema Perempuan Hebat dan Berkualitas dalam Keluarga dan Organisasi ini diikuti oleh empat PTKIN yang terdiri dari anggota DWP UIN Raden Intan Lampung, DWP IAIN Parepare, DWP IAIN Bone, dan DWP STAIN Majene secara hybriddari masing-masing kampus. DWP UIN RIL berkumpul di Ruang Teater Lt. 2.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DWP STAIN Majene Sitti Baqiah Muliadi beserta pengurus, Ketua DWP IAIN Bone Mardhati Sahabuddin beserta pengurus, Ketua DWP IAIN Parepare Nirwani beserta pengurus.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved