Pilkada

Debat Perdana Pilkada Pesawaran Cukup Dingin

Debat perdana Pilkada Pesawaran berlangsung cukup dingin. Pada sesi pertama, paslon nomor urut 1 Aries Sandi-Supriyanto menyampaikan visi-misinya.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Debat pertama Pilkada Pesawaran digelar di Gedung Adora, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Selasa (29/10/2024). 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Debat perdana Pilkada Pesawaran berlangsung cukup dingin. 

Debat pertama Pilkada Pesawaran digelar di Gedung Adora, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Selasa (29/10/2024).

Pada sesi pertama, paslon nomor urut 1 Aries Sandi-Supriyanto menyampaikan visi-misinya. 

Keduanya dengan fokus pada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah untuk mendukung peningkatan potensi sumber daya manusia dan alam. 

Selain itu, Aries-Supri juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur berkualitas sebagai penghubung simpul-simpul perekonomian di Pesawaran

“Pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing adalah prioritas kami untuk kemajuan Pesawaran bersama di Bumi Andan Jejama,” ujar Aries.

Sementara paslon nomor urut 2 Nanda Indira-Antonius Muhammad Ali menawarkan visi untuk menjadikan Pesawaran sebagai penyangga bagi Provinsi Lampung sekaligus mengembangkan potensi pariwisata. 

Nanda juga mengusung rencana pengembangan infrastruktur yang fokus pada peningkatan sumber daya manusia, khususnya di bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, dan konektivitas di berbagai sektor seperti perkebunan dan UMKM.

Nanda-Antonius akan mengandalkan program CAKEP (Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif). 

“Program ini dirancang untuk memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan, serta perlindungan sosial di Pesawaran. Tujuan utama kami adalah menciptakan generasi yang lebih berkualitas dengan fasilitas kesehatan yang merata,” beber Nanda.

Nanda-Antonius juga mengingatkan bahwa sektor pariwisata di Pesawaran mulai terbuka sejak 2016. Hal itu menjawab pertanyaan dari Aries Sandi-Supriyanto.

“Jika investasi pariwisata berkembang, Pesawaran tidak hanya menanggung dampak lingkungannya saja, tetapi juga akan mendapatkan pemasukan dari wisatawan,” ujar Nanda.

Bahkan, lanjut Nanda kunci itu dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir agar masyarakat juga bisa merasakan manfaat dari perkembangan sektor pariwisata.

Antonius menambahkan, kepemimpinan di Pesawaran tidak bisa hanya dibandingkan dengan masa lalu, tetapi harus mampu menjawab tantangan dan permasalahan yang ada saat ini. 

Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menjadi kunci untuk memperbaiki Pesawaran

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved