Berita Terkini Nasional

Sosok yang Buat Kapolsek Baito Dicopot Buntut Minta 'Uang Damai' ke Supriyani

Ternyata, ada sosok hebat di balik pencopotan Ipda Muhammad Idris dari jabatan Kapolsek Baito, buntut minta 'uang damai' ke guru honorer Supriyani.

Kolase TribunNewsBogor.com
Ternyata, ada sosok hebat di balik pencopotan Ipda Muhammad Idris dari jabatan Kapolsek Baito, buntut minta 'uang damai' ke guru honorer Supriyani. Selain Ipda Muhammad Idris, anak buahnya yakni Kanit Reskrim Polsek Baito, Aipda Amiruddin, juga turut dicopot dari jabatannya lantaran tersangkut kasus guru Supriyani. 

Tribunlampung.co.id, Konawe Selatan - Ternyata, ada sosok hebat di balik pencopotan Ipda Muhammad Idris dari jabatan Kapolsek Baito, buntut minta 'uang damai' ke guru honorer Supriyani.

Selain Ipda Muhammad Idris, anak buahnya yakni Kanit Reskrim Polsek Baito, Aipda Amiruddin, juga turut dicopot dari jabatannya lantaran tersangkut kasus guru Supriyani.

Diketahui, guru honorer SDN 4 Baito, Supriyani, menjalani sidang perdana kasus dugaan penganiayaan muridnya, pada Kamis (24/10/2024) di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pukul 10.00 WITA.

Supriyani dituding memukul anak dari Kanit Intelkam Polsek Baito Aipda WH yang berinisial D (6) hingga akhirnya ia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kendari. Belakangan, kasus Supriyani menjadi sorotan hingga viral di media sosial karena sejumlah kejanggalan yang terdapat pada perkaranya.

Keduanya dibebastugaskan setelah kasus guru honorer Supriyani viral di media sosial.

Guru Supriyani jadi terdakwan penganiayaan anak polisi.

Saat mediasi dengan orang tua korban, Aipda Wibowo Hasyim, Supriyani diduga dimintai uang Rp 2 juta.

Sempat membantah, namun kini Kapolres Konawe Selatan, AKBP Febry Sam justru mencopot dua anak buahnya.

 Namun AKBP Febry Sam irit bicara saat dimintai keterangan soal pencopotan Ipda MI dan Aipda AM.

Ia pun membenarkan soal pencopotan tersebut.

“Iya benar sudah kami ganti dan tarik ke Polres,” ujar AKBP Febry Sam.

Febry ogah menerangkan lebih lanjut terkait alasannya.

“Kalau mau faktanya nanti jalan-jalan coba cek di Polsek Baito,” kata dia.

Saat ditanya apakan pencopotan itu karena Ipda MI dan Aipda AM tebukti meminta uang ke guru Supriyani agar tidak ditahan, Febry tidak menjawab.

Febry menegaskan bahwa penarikan anak buahnya itu karena desakan dari publik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved