Berita Lampung

BKKBN Catat 215 Ribu Keluarga di Lampung Masih Beresiko Stunting

BKKBN mencatat masih terdapat 215.819 jumlah keluarga yang beresiko stunting di Provinsi Lampung.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Bobby Zoel Saputra
BKKBN Lampung saat meluncurkan Program Genting di Halaman Kantor Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Kamis (5/12/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat masih terdapat 215.819 jumlah keluarga yang beresiko stunting di Provinsi Lampung.

Hal itu diungkapkan Kepala BKKBN Provinsi Lampung, Nurizky Pemanajati saat peluncuran program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), di Halaman Kantor Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Kamis (5/12/2024).

Kiky mengatakan, salah satu permasalahan yang dihadapi dalam mewujudkan pembangunan SDM berkualitas adalah masih tingginya angka stunting di Indonesia.

"Angka Stunting di Indonesia 21,5 persen berdasarkan SKI 2023, dibanding dengan tahun sebelumnya hanya menurun 0,1 persen," ujar Nurizky.

Dia menjelaskan, Target nasional prevelensi stunting berada di angka 14 persen. 

"Berdasarkan hasil Verifikasi dan Validasi (Verval) Tahun 2024, jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) di Provinsi Lampung sebanyak 215.819 keluarga," ujar pria yang akrab disapa Kiky ini.

Dari jumlah tersebut, Keluarga Beresiko Stunting desil 1 yang tergolong miskin ekstrim terdapat sebanyak 24.698 keluarga.

"Provinsi Lampung Alhamdulillah masih cukup baik dengan Angka Prevelensi Stunting 14,9 persen dari 15,2 persen pada tahun sebelumnya," kata dia.

Selain itu, Kiky juga menggaris bawahi prevelensi angka stunting di Bandar Lampung yang hampir menyentuh 19 ribu keluarga.

"Jumlah keluarga beresiko stunting (KRS) di Bandar Lampung sebanyak 18.927 keluarga, dengan jumlah KRS desil1  yang tergolong miskin ekstrim sebanyak 3.139 keluarga.

"Untuk Bandar Lampung sebenarnya tahun 2023 angka prevelensinya ada di 11,1 persen, tapi di SKI terakhir angkanya di 13,4 persen," tambahnya.

Dia melanjutkan, hal itu pula yang mendasari dicanangkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

"Dukungan dan peran serta dari seluruh pihak guna menyukseskan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) khususnya di Provinsi Lampung, sehingga bagaimana agar kita bergerak bersama menurunkan angka stunting di seluruh Indonesia," kata diam

"Harapan kami, mitra-mitra BKKBN dari berbagai instansi terkait dapat memberikan bantuan untuk mengintervensi guna penurunan stunting, karena pencegahan stunting hanya dapat dilakukan dalam usia 1000 hari pertama kehidupan," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved