Berita Terkini Nasional
Anak Uswatun Bingung saat Banyak Polisi Datang ke Rumah, Kapolres Beri Pendampingan
Anak pertama korban berjenis kelamin laki-laki sempat bengong saat dikerubungi oleh petugas Kepolisian.
Tribunlampung.co.id, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman dan jajarannya menyambangi kediaman mendiang Uswatun Khasanah di Blitar, Jawa Timur.
Nasib Uswatun Khasanah membuat pihak Kepolisian sektor Blitar, Jawa Timur ikut bersimpati.
Tiba di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kapolres Blitar disambut ayah Uswatun dan keluarga besarnya.
Terlihat dalam momen pertemuan itu, dua anak Uswatun, laki-laki dan perempuan, ikut menyambut kedatangan sang Kapolres.
Anak pertama korban berjenis kelamin laki-laki sempat bengong saat dikerubungi oleh petugas Kepolisian.
Sadar anak-anak korban merasakan kepiluan, sang Kapolres pun langsung menenangkannya.
Tampak anak kedua korban berjenis kelamin perempuan menampakkan wajah bingung saat ditanyai polisi.
Meski begitu, raut anak-anak korban sedikit ceria saat dibawakan hadiah berupa tas dan peralatan sekolah.
"Kami di polres ini bapak ibu, kebetulan ada namanya petugas yang pernah mendapatkan pelatihan psikologi namanya trauma healing. Jadi insya Allah nanti biar adik-adik ini dan keluarga juga bisa sebenarnya diajak main," kata AKBP Arif Fazlurrahman.
"Saya titipkan keluarga besar ibu Uswatun Khasanah, putra putri beliau, ayah ibu beliau, semoga bisa sedikit membantu diajak ngobrol," sambungnya.
Sementara anak-anak korban masih berduka atas kematian sang ibu, adik Uswatun Khasanah juga mengurai kesedihan yang sama.
Di depan awak media, adik almarhumah Uswatun bersaksi bahwa korban adalah sosok yang baik semasa hidup.
Bahkan adik korban masih ingat betul dengan kebaikan mendiang yang selalu membantu dirinya dari segi finansial.
"Sebelumnya kan waktu saya berangkat ke Jakarta, karena saya tidak ada uang tidak ada dana, saya minta tolong ke kakak, jadi ngerepotin kakak," pungkas adik Uswatun.
Tak cuma itu, adik Uswatun juga menyebut bahwa selama ini korban lah yang jadi tulang punggung keluarga.
| Komplotan Penipu Berkedok Petugas Bea Cukai Gagalkan EP Dapatkan Tas Idaman |
|
|---|
| Pengakuan Kakak Priyo ke Dedi Mulyadi, Bongkar Cara Ririn Bunuh Bayi 8 Bulan |
|
|---|
| Skenario KF Rampok Perhiasan Emas Ibu Sendiri Senilai Rp600 Juta, Ajak Pacar |
|
|---|
| Tindakan Nekat Yudi Jual Bayi Kandungnya Rp25 Juta Berujung Tuntutan 6 Tahun Penjara |
|
|---|
| IRT Gagal Beli Tas Incaran Usai Ditipu Petugas Bea Cukai Gadungan, Rp7,9 Juta Raib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Uswatun-dan-ayahnya.jpg)