Berita Terkini Nasional

Anak Uswatun Bingung saat Banyak Polisi Datang ke Rumah, Kapolres Beri Pendampingan

Anak pertama korban berjenis kelamin laki-laki sempat bengong saat dikerubungi oleh petugas Kepolisian.

Tayang: | Diperbarui:
SURYA.CO.ID/Samsul Hadi/Istimewa
USWATUN DAN AYAH - Uswatun Khasanah semasa hidup (kiri) dan ayahnya, Nur Khalim saat di rumah duka Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (27/1/2025). Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman dan jajarannya menyambangi kediaman Uswatun di Blitar pada Senin (27/1/2025). 

Tribunlampung.co.id, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman dan jajarannya menyambangi kediaman mendiang Uswatun Khasanah di Blitar, Jawa Timur.

Nasib Uswatun Khasanah membuat pihak Kepolisian sektor Blitar, Jawa Timur ikut bersimpati.

Tiba di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kapolres Blitar disambut ayah Uswatun dan keluarga besarnya.

Terlihat dalam momen pertemuan itu, dua anak Uswatun, laki-laki dan perempuan, ikut menyambut kedatangan sang Kapolres.

Anak pertama korban berjenis kelamin laki-laki sempat bengong saat dikerubungi oleh petugas Kepolisian.

Sadar anak-anak korban merasakan kepiluan, sang Kapolres pun langsung menenangkannya.

Tampak anak kedua korban berjenis kelamin perempuan menampakkan wajah bingung saat ditanyai polisi.

Meski begitu, raut anak-anak korban sedikit ceria saat dibawakan hadiah berupa tas dan peralatan sekolah.

"Kami di polres ini bapak ibu, kebetulan ada namanya petugas yang pernah mendapatkan pelatihan psikologi namanya trauma healing. Jadi insya Allah nanti biar adik-adik ini dan keluarga juga bisa sebenarnya diajak main," kata AKBP Arif Fazlurrahman.

"Saya titipkan keluarga besar ibu Uswatun Khasanah, putra putri beliau, ayah ibu beliau, semoga bisa sedikit membantu diajak ngobrol," sambungnya.

Sementara anak-anak korban masih berduka atas kematian sang ibu, adik Uswatun Khasanah juga mengurai kesedihan yang sama.

Di depan awak media, adik almarhumah Uswatun bersaksi bahwa korban adalah sosok yang baik semasa hidup.

Bahkan adik korban masih ingat betul dengan kebaikan mendiang yang selalu membantu dirinya dari segi finansial.

"Sebelumnya kan waktu saya berangkat ke Jakarta, karena saya tidak ada uang tidak ada dana, saya minta tolong ke kakak, jadi ngerepotin kakak," pungkas adik Uswatun.

Tak cuma itu, adik Uswatun juga menyebut bahwa selama ini korban lah yang jadi tulang punggung keluarga.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved