Berita Lampung

Pabrik Singkong di Mesuji Lampung Buka tapi Rafaksi Masih Jadi Keluhan Petani

Mendengar kabar tersebut banyak para petani di Mesuji, Lampung berbondong-bondong menjual hasil singkongnya ke pabrik tersebut.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
RAFAKSI JADI KELUHAN - Petani saat sedang memanen singkong di Kota Baru, Jati Agung Lampung Selatan, Kamis (30/1/2025). Pabrik singkong di Mesuji Lampung sudah buka, tapi rafaksi masih jadi keluhan petani. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Mesuji - Salah satu pabrik tapioka yang ada di Kabupaten Mesuji Lampung sudah buka dan menerapkan harga Rp 1.350 per kilogram dengan potongan 15 persen, Minggu (2/2/2025).

Mendengar kabar tersebut banyak para petani di Mesuji, Lampung berbondong-bondong menjual hasil singkongnya ke pabrik tersebut.

Namun setelah hasil singkongnya ditimbang dan dijual ke pabrik, banyak para petani mengeluhkan potongan/ rafaksi yang dinilai tidak sesuai kesepakatan, 15 persen.

Ketua Persatuan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) Mesuji Kadek Tike mengatakan untuk mendapatkan harga singkong Rp 1.350 per kilogram dengan potongan 15 persen sangatlah sulit.

"Jadi memang harga sudah Rp 1.350 per kilogram dengan potongan 15 persen, tetapi pabrik banyak persyaratan dan suka-suka menentukan rafaksinya," ujar Kadek Tike.

Menurutnya dengan dalih singkong yang tidak cukup bersih potongan bisa tembus diangka 20 hingga 30 persen.

Menurut Kadek Tike, kadar aci singkongnya sudah besar mencapai 24-25 persen. Tapi jika ada sedikit saja bagian leher singkong, potongan ditambah 2 persen.

"Maksudnya itu leher singkong ya, bukan bonggolnya. Jika ada, ditambah 2 persen dan misalnya saja ada beberapa biji leher singkong ditambah lagi menjadi 4 atau 6 dan 8 persen," ungkapnya.

"Bahkan kalau ada yang nempel tanah sedikit saja juga ditambah 2,4,6 persen," sambungnya

Kemudian ada rafaksi umur juga, ditambah 2 dan 4 persen.

Jika dikalkulasikan dalam tiga item tersebut ditemukan angka 7 persen. Maka ditambah rafaksi standar 15 persen sehingga menghasilkan rafaksi total 22 persen.

"Jadi banyak yang justru terkena potongan di atas 20 bahkan 30 persen," imbuhnya.

Ia pun merasa bahwa apa yang dilakukan oleh pabrik tidak melaksanakan keputusan dari Menteri Pertanian.

Padahal pihaknya sangat meyakini kualitas singkong di Mesuji saat ini sangat baik.

"Kalau untuk kualitas singkong di Mesuji kemarin itu kualitasnya sudah sangat luar biasa," ucapnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved