Berita Terkini Nasional
Tabiat Kepsek SMAN 6 Depok Berimbas ke 133 Kepala Sekolah, Terancam Dicopot Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengimbau sekolah tidak memberangkatkan siswanya study tour ke luar provinsi.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jawa Barat - Tabiat Kepsek SMAN 6 Depok kini berimbas ke 133 kepala sekolah di Jawa Barat hingga terancam dicopot Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengimbau SMA/SMK untuk tidak memberangkatkan siswanya study tour ke luar provinsi.
Baca juga: Pihak SMAN 6 Depok Mengaku Khilaf setelah Kepseknya Dicopot Dedi Mulyadi
Ternyata yang tak mengindahkan imbauan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bukan hanya Kepsek SMAN 6 Depok saja.
Ada 133 sekolah di Jawa Barat diduga melanggar perintah Dedi Mulyadi hingga berdampak pada nasib kepala sekolahnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan tim telah menginspeksi ratusan sekolah itu.
Dedi Mulyadi mengungkap, ada 111 SMA dan 22 SMK yang melanggar Surat Edaran Gubernur tentang study tour.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi memerintahkan UPTD dan Inspektorat menelaah sejauhmana pelanggaran yang dilakukan sekolah tersebut.
"Kami tidak segan untuk melakukan pemberhentian sementara maupun permanen (terhadap kepala sekolah)," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/2/2025), seperti dikutip TribunJatim.com.
Dedi menjelaskan, apa tugas kepala sekolah jika sudah diberhentikan? Dia mengatakan, kepala sekolah itu kembali mengajar, jadi guru.
"Enggak ada problem, sama juga rektor bisa jadi dosen biasa. Politisi, mantan ketua DPRD bisa jadi anggota biasa," jelas Dedi.
Terkait studi industri yang dilakukan SMK, Dedi mengatakan, industri yang terbanyak justru ada di Jawa Barat. Industri apa saja ada di Jawa Barat.
"Kan aneh, industri banyak di Jawa Barat, orang-orang Jawa Tengah, Jawa Timur bekerja di kawasan industri Jawa Barat. Kok orang Jawa Barat studi industrinya ke luar Jabar," katanya.
Menurut Dedi, logika-logika semacam itu, sering bertentangan dengan filsafat pendidikan dan arah kebijakan pendidikan,
Yang harus diingat, Pemprov Jabar mengeluarkan dana triliunan dalam setiap tahun, menyerap anggaran APBD yang cukup besar, demi meringankan beban orang tua terhadap pendidikan yang dijalani anaknya.
"Buat apa pemerintah keluarkan uang triliunan kalau pada akhirnya siswa hambur-hamburkan uang triliunan untuk kepentingan diri dan kesenangan hidupnya saja, termasuk juga barangkali ada kepentingan-kepentingan dari oknum-oknum guru, oknum kepala sekolah," kata Dedi.
Dia menekan, bahwa pemerintah ingin membangun masa depan yang baik dengan sikap pendidikan yang baik.
"Kalau ada uang (harap) tidak dihamburkan, tapi untuk investasi di masa depan," jelas Dedi.
Akibat perilaku pihak SMAN 6 soal Study Tour yang tidak menggubris perintah Dedi Mulyadi, pihak Humas sekolah angkat bicara.
Diketahui, permintaan maaf telah disampaikan oleh pihak SMAN 6 Depok.
Hal tersebut terkait tetap diadakannya study tour.
SMAN 6 Depok meminta maaf jika salah dalam menyimpulkan imbauan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait study tour yang berujung kepada pencopotan kepala sekolah berinisial SF dari jabatannya.
“Sekaligus pada kesempatan ini kepada Pak Gubernur Jawa Barat, kalau memang kami dianggap salah menyalahi aturan, kami sekali lagi mohon maaf dan mohon arahan serta bimbingan Bapak,” ucap Humas SMAN 6 Depok Syahri Ramadhan saat ditemui Kompas.com, Jumat (21/2/2025).
Syahri menyampaikan, imbauan Dedi agar SMAN 6 Depok meniadakan study tour yang diunggah dalam video beberapa waktu lalu tidak menyiratkan adanya tuntutan harus dipatuhi.
“Karena pada saat itu, kami menginterpretasikan kata-kata himbauan adalah sebagai bukan larangan,” ungkap Syahri.
Syahri berujar, pihak SMAN 6 Depok sudah menggelar rapat darurat usai Dedi memberi imbauan untuk meniadakan study tour pada Minggu (16/2/2025) atau sehari sebelum study tour dilaksanakan.
Namun, hasil dari rapat darurat itu memastikan 347 siswa SMAN 6 Depok tetap berangkat study tour.
Sebab, pembayaran travel yang sudah lunas hanya akan dikembalikan sebesar 25 persen jika study tour dibatalkan dalam kurun waktu satu hari sebelum pelaksanaan.
Nominal pengembalian uang pembayaran travel dinilai terlalu kecil sehingga SMAN 6 Depok tetap melanjutkan study tour.
“Itu kan berpotensi menjadi polemik. Pasti orangtua murid yang sudah bayar, ‘kok kita enggak jadi tapi dikembalikan uangnya segini’, jadi itulah pertimbangannya,” terang Syahri.
Oleh karena itu, Syahri menegaskan, pihaknya tidak bermaksud melawan atau keras kepala atas arahan dari Dedi Mulyadi selaku pimpinan Jawa Barat.
“Artinya, katakanlah kami telah salah menaksirkan itu, kami tidak keras kepala untuk bertahan bahwa kita membenarkan diri, tidak seperti itu,” lanjut Syahri.
Kondisi Terkini
Kondisi terkini Siti Faizah, kepala SMAN 6 Depok usai dicopot dari jabatannya oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pencopotan Siti Faizah dari jabatan kepala SMAN 6 Depok dilakukan Dedi Mulyadi di hari pertama kerja sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030.
Meski sudah dicopat sebagai kepala SMAN 6 Depok oleh Dedi Mulyadi, ternyata Siti Faizah masih aktif datang ke sekolah.
Kehadiran Siti Faizah ke sekolah diungkap oleh Humas SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan.
Pencopotan jabatan Siti Faizah pada Kamis (20/2/2025) lalu tidak membuat kegiatan belajar mengajar di SMAN 6 Depok terganggu.
Pantauan TribunnewsDepok.com (grup Tribun Lampung), kegiatan belajar mengajar di SMAN 6 Depok berjalan sebagaimana mestinya pasca pencopotan kepala sekolah, Jumat (21/2/2025).
Sejumlah siswa nampak ramai berolahraga di halaman sekolah didampingi oleh beberapa guru.
Awak media meminta untuk wawancara kepada Faizah, namun belum berkenan dan diwakili oleh Humas SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan.
Syahri mengatakan, Siti Faizah masih masuk dan menjalankan tugasnya.
“Masih, masih masuk, kalau saya tidak salah pagi masih ada, tapi setelah itu saya belum lihat lagi, karena saya baru datang juga,” kata Syahri di lokasi.
Menurut Syahri, Faizah masih bertugas di SMAN 6 Depok. Pasalnya, ia hanya dicopot dari jabatan kepsek bukan dipecat dari pekerjaannya.
“Kalau dibilang masih hadir, beliau tidak akan pernah berhenti untuk hadir, karena beliau kan bukan dipecat di situ, dicopot dari jabatan,” ungkapnya.
“Kalau dicopot dari jabatan pun nanti, beliau tetap punya kewajiban untuk bertugas,” sambungnya.
Syahri menambahkan, jika Faizah resmi dicopot dari jabatannya, ia tetap bertugas di SMAN 6 Depok entah sebagai guru atau lainnya.
Sebelumnya, Faizah dicopot dari jabatan Kepsek SMAN 6 Depok karena tetap mengadakan study tour meski sudah mendapatkan himbauan dari Gubernur Jawa Barat.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
| Pegawai Pajak Dicopot! Gaji Terjun Bebas dari Rp33 Juta jadi Rp8 Juta, Ini Sebabnya |
|
|---|
| Nasib Aipda HI yang Terbukti Rudapaksa Keponakan, Modus Pasangkan Sprei Kasur |
|
|---|
| Sindikat Judi Online Terbongkar, Satpam Sudah Curiga Lihat WNA Pakai Celana Pendek |
|
|---|
| Alasan Ibu Muda Ajak 3 Anaknya Minum Racun, Sempat Minta Suami Tak Disalahkan |
|
|---|
| Seusai Bunuh Istri, Jaka Niat Temui Dukun, Pelariannya Berakhir di Dalam Bus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/PATUH-PADA-PEMERINTAH-Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi.jpg)