Berita Lampung
Pemkab Lampung Barat Bantah Soal Penarikan PBB di Kawasan TNBBS
Pemkab Lampung Barat menanggapi soal dugaan adanya penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kawasan TNBBS.
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - Pemkab Lampung Barat menanggapi soal dugaan adanya penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kawasan TNBBS.
Kepala Bapenda Lampung Barat Daman Nasir, membantah adanya penarikan PBB karena hal itu bertentangan dengan aturan yang berlaku.
"Pemkab Lampung Barat melalui Bapenda tidak pernah menarik pajak dari area TNBBS, terkait dengan SPPT itu memang benar dari pemda,” ujarnya, Minggu (9/3/2025).
“Tetapi pemerintah daerah tidak pernah tau jika objek penarikan PBB tersebut masuk dalam kawasan TNBBS," sambungnya.
Ia melanjutkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan hingga peratin untuk memvalidasi persoalan tersebut.
Daman menegaskan, Pemkab Lampung Barat akan menghapuskan penarikan PBB apabila memang terbukti masuk lahan TNBBS.
"Nanti kita akan koordinasi dengan peratinnya apakah memang itu masuk area TNBBS atau bukan,” ucap Daman.
“Jika memang masuk, akan kita hapus karena memang itu tidak diperbolehkan dan pemerintah daerah selama ini tidak tau kalau itu masuk TNBBS atau bukan," tandasnya.
Sebelumnya, Dandim 0422/LB Letkol Inf Rinto Wijaya menemukan adanya Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) masyarakat yang tinggal di kawasan TNBBS, Kecamatan BNS, Lampung Barat.
Adanya penemuan itu membuat Dandim Lampung Barat itu bertanya-tanya mengapa kawasan hutan TNBBS bisa ditarik pajak PBB oleh pemerintah.
Rinto mengatakan, lahan yang berada di kawasan TNBBS terutama di Lampung Barat seharusnya tidak boleh ditarik pajak berdasarkan aturan.
“Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi. Kawasan hutan TNBBS harusnya tidak boleh ditarik pajak. Makanya saya sampaikan, pertanyaanya kok bisa?,” ujarnya, Sabtu (8/3/2025).
Dari data yang diterima, surat PBB itu tertera tandatangan Bupati Lampung Barat melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Wasisno Sembiring.
Untuk itu Rinto kembali menegaskan, tidak boleh ada penarikan pajak yang dilakukan pemerintah terhadap lahan yang ditempati warga di area kawasan TNBBS.
Sementara itu, anggota Masyarakat Independent Germasi (GERMASI) Wahdi Syarif, mengaku sudah lama mendapati informasi terkait adanya penarikan PBB itu.
| Penampakan Uang Rp 7,8 Miliar, Pengembalian Kerugian Negara ke PT Waskita Karya |
|
|---|
| Clio dan Sorcha Dua Siswi SD Az Zahra Bandar Lampung Sabet Medali STEMCO 2026 |
|
|---|
| Hasil TKA di Lampung Disorot DPR RI, Abdul Fikri: Belum Menggembirakan, Jadi Bahan Evaluasi |
|
|---|
| DPR RI Soroti Hasil TKA di Lampung, Fikri: Butuh Pembenahan |
|
|---|
| Hari Ini Kejati Lampung Panggil Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/BANTAHAN-Kepala-Bapenda-Lampung-Barat-Daman-Nasir.jpg)