Mutiara Ramadan
Bahaya Ghibah dan Namimah
Ghibah dan namimah adalah perbuatan seseorang yang membicarakan keburukan orang lain saat orang tersebut tidak berada di tempat itu.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Bahkan, dalam ayat ini Allah mengumpamakan orang yang mengghibah itu bagaikan seseorang yang memakan bangkai manusia.
Maka segeralah meminta ampun karena sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan juga Maha Penyayang.
Lantas apa dampak atau bahaya ghibah dan namimah ini? Tentunya sangat banyak sekali dampak negatifnya, di antaranya, orang yang melakukan ghibah akan terputus tali silaturahim, bahkan bisa menyebabkan perpecahan dan peperangan.
Orang yang mengghibah akan disiksa oleh Allah sebelum hari kiamat, bahkan akan disiksa dalam kuburnya.
Ada satu hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Rasulullah SAW pernah melewati sebuah kuburan, kemudian beliau bersabda:
"Sesungguhnya di dalam kuburan ini ada dua orang yang sedang disiksa. Orang yang pertama disiksa karena ketika kencing, ia tidak bersuci dengan benar. Lalu, yang kedua disiksa karena sering melakukan adu domba (namimah).”
Rasulullah SAW juga bersabda: "Tidak akan masuk surga seseorang yang sering melakukan ghibah dan namimah."
Maka ghibah dan namimah adalah penyakit hati yang bisa membuat hati kita semakin hitam dan berkarat. Jika sudah hitam dan berkarat, maka akan semakin sulit untuk dihilangkan.
“Lalu bagaimana cara agar kita terhindar dari ghibah dan namimah? Pertama, ingatlah bahwa seluruh perbuatan kita diawasi oleh Allah dari ujung rambut hingga ujung kaki, bahkan pikiran dan hati kita. Semua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat,” kata Mathla'il Fajri.
Kedua, hindari pertemuan atau perkumpulan yang di dalamnya ada ghibah. Jika memungkinkan, ingatkan orang-orang dalam majelis tersebut. Ketiga, ingatlah kematian, karena kematian itu pasti datang. Yang harus kita persiapkan adalah diri kita sendiri, bukan mengurusi keburukan orang lain.
“Keempat, perbanyak zikir kepada Allah dan berkata yang baik. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam,” tambahnya.
Marilah kita sebagai umat Islam menjauhi dua penyakit hati yang sangat berbahaya ini, yaitu ghibah dan namimah. Karena dampaknya bisa menyebabkan kita tidak diridhai oleh Allah.
Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan Bukhari-Muslim bahwa nanti di Hari Kiamat ada seseorang yang membawa amal ibadah sangat banyak, tetapi ia menjadi orang yang merugi karena ia zalim kepada orang lain, termasuk melakukan ghibah dan namimah. Sehingga amal-amalnya habis diberikan kepada orang yang ia zalimi.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Wakil-Sekretaris-LDNU-Lampung-M-Mathlail-Fajri.jpg)