UMKM Lampung
Tekuni Sulam Usus, Meria Sukses Raup Cuan hingga Rp 30 Juta per Bulan
Ketekunan Meria (42) mengembangkan usaha sulam usus membuatnya kini meraup cuan hingga puluhan juta.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Ketekunan Meria (42) mengembangkan usaha sulam usus membuatnya kini meraup cuan hingga puluhan juta.
Saat ini, Meria yang merupakan owner Mery Gallery itu, mampu menembus omzet penjualan hingga Rp 30 juta dalam satu bulan.
Satu di antara faktor yang membuatnya bisa meraup cuan itu adalah karena sulam usus yang dikenal sebagai jenis kerajinan cukup rumit.
Motif-motifnya dibentuk dari potongan kain yang dijahit membentuk pola seperti usus, memerlukan ketelatenan dan waktu pengerjaan yang tidak singkat.
Dia pun memasarkan kerajinannya mulai dari harga Rp 50 ribu untuk jilbab hingga Rp 2.4 juta untuk baju Sultan.
"Satu lembar kain sulam usus bisa dihargai mulai dari Rp50 ribu hingga Rp2,4 juta, tergantung tingkat kesulitan desain dan jenis kain yang digunakan," ucapnya.
Tak hanya digunakan untuk busana tradisional, sulam usus juga mulai diminati untuk kebaya modern, gaun pesta, hingga suvenir khas Lampung.
Usaha Meria bukan sekadar bisnis pribadi. Ia menjadikannya sarana pemberdayaan bagi ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya.
Ia rutin mengadakan pelatihan gratis bagi warga yang ingin belajar menyulam, kemudian mengajak mereka bergabung dalam kelompok produksinya.
“Saya senang bisa berbagi ilmu. Sekarang ada sekitar 50 perajin yang bekerja sama dengan saya. Mereka bisa kerja dari rumah, jadi tetap bisa urus keluarga sambil menghasilkan,” katanya.
Dengan sistem kerja berbasis rumah produksi, para pekerja diberi bahan baku dan desain, lalu menyulam sesuai pesanan. Dalam sebulan, Meria dan timnya mampu menyelesaikan puluhan kain sulam dengan berbagai tingkat kerumitan.
Rekrut 50 IRT
Pelaku UMKM asal Lampung Selatan yang juga owner Meri Galery, Meria (42) sukses membuka lapangan pekerjaan bagi ibu rumah tangga di wilayahnya.
Bahkan, berkat usaha sulam usus yang ditekuninya, Meria mampu merekrut 50 IRT di sekitar tempat tinggalnya untuk ikut berkembang dan maju bersama.
Saat ini, ada sekitar para IRT di desanya itu bekerja bersama Meria, dan sebagian besar ada yang dari rumah mereka sendiri.
| Berkah Ramadan, Amplop Lebaran Rp3 Ribu Buatan UMKM Lampung Tengah Laris Manis |
|
|---|
| Trifaa Cake dan Bakery, dari Hobi Jadi Usaha Kuliner Sukses di Bandar Lampung |
|
|---|
| Ting-Ting Jahe Suryatim, dari Dapur Rumahan Jadi Buah Tangan Favorit Wisatawan |
|
|---|
| Berbekal Video YouTube, Novi Hasilkan Olahan Ayam Salto Bermodalkan Rp 500 Ribu |
|
|---|
| Owner Takir Ketan Durian Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Berkualitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Tekuni-Sulam-Usus-Meria-Sukses-Raup-Cuan-hingga-Rp-30-Juta-per-Bulan.jpg)