Berita Lampung
Standar Pelayanan di IGD RSUD Abdul Moeloek, Semua Layanan Dalam Satu Atap, Dokter Siaga 24 Jam
Adapun fasilitas dan layanan IGD di RSUDM terdiri dari Layanan Public Safety Center (PSC), Ponek, Code Stroke dan Trombolisis, PCI, Dokter Onsite.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek Provinsi Lampung menerapkan pelayanan prima terintergasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Hal ini merujuk Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 47 tahun 2018 tentang sistem penanggulangan gawat darurat yang terintegrasi.
Direktur RSUD Abdul Moeloek, dr Lukman Pura, menuturkan sebagai rumah sakit plat merah yang sudah di daulat menjadi tipe A sejauh ini berkomitmen memberikan pelayanan Instalasi IGD yang prima cepat dan akurat untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat.
Lukman Pura mengutarakan, pelayanan IGD dibuka selama 24 jam dan berfokus pada penanganan pasien dengan kondisi medis yang kritis atau berpotensi mengancam jiwa.
Seperti serangan jantung, stroke, cidera kepala, dan kondisi medis yang memerlukan tindakan cepat dengan tujuan mencegah komplikasi atau kematian.
Adapun fasilitas dan layanan IGD di RSUDM terdiri dari Layanan Public Safety Center (PSC), Ponek, Code Stroke dan Trombolisis, PCI, Dokter Onsite, OK Emergency berada dalam 1 gedung IGD.
Lukman Pura menuturkan, layanan Public Safety Center Instalasi Gawat Darurat (PSC IGD) RSUDAM memiliki peran penting dalam kegawat daruratan medis.
“Layanan cepat tanggap darurat untuk membantu penanganan kesehatan terhadap masyarakat tidak hanya berhubungan dengan kecelakaan tetapi juga dalam situasi yang krisis,” kata Lukman Pura dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunlampung.co.id, Jumat (16/5/2025).
Adapun pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dalam pelayanan kebidanan dan neonatal memiliki peran sangat penting dalam menangani gawat darurat untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi.
Selain itu, layanan itu sebagai upaya menurunkan resiko angka kematian pada ibu dan bayi dengan standar pelayanan dan penanganan yang baik dan tim medis yang sangat terlatih.
“Penerapan penanganan Code Stroke dan trombolitik pada Instalasi Gawat Darurat RSUDAM bersifat cepat dan tepat,” kata Lukman.
“Ini dalam membantu memastikan pasien mendapatkan terapi yang tepat dalam waktu yang kritis untuk meminimalkan terjadinya kerusakan otak setelah gejala code stroke muncul,” papar dia.
Selanjutnya, Lukman mengungkapkan, tindakan trombolisis medis sangat penting untuk mengatasi stroke iskemik dengan memecah gumpalan darah dan mengendalikan aliran darah ke otak.
Sehingga dapat mengurangi kecacatan pada pasien stroke iskemik.
“Tindakan ini dilakukan secepat mungkin untuk meminimalkan terjadinya serangan. Ideal waktu yang diperlukan layanan IGD RSUDAM adalah 3 sampai 4,5 jam,” papar Lukman Pura.
PWNU Lampung: Terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah Tak Kurangi Fungsi Kemenag |
![]() |
---|
Perketat Pengelolaan, Marindo Cek Kendaraan Dinas Pemprov Lampung |
![]() |
---|
Portal Fingerprint di Bandar Lampung Jadi Inovasi bagi Kelurahan Lainnya |
![]() |
---|
Polwan Lampung Rayakan HUT ke-77 dengan Bakti Kesehatan |
![]() |
---|
Wakapolda Lampung Terpilih Jadi Ketua IKA SD Teladan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.