Berita Terkini Nasional

Kisah Warga Korban Gempa 6,3 SR di Bengkulu, Widia Lindungi Anak dari Reruntuhan Rumah

Gempa bermagnitudo 6,3 melanda Bengkulu. Sebanyak 192 rumah warga dilaporkan terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Bengkulu, pada Jumat (24/5)

Editor: Teguh Prasetyo
KOMPAS.COM/FIRMANSYAH
LINDUNGI ANAK - Widia Astuti yang rela memeluk dan melindungi anaknya di tengah hujan reruntuhan material rumah yang runtuh saat gempa berkekuatan 6,3 SR melanda Kota Bengkulu, Jumat (23/5/2025). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BENGKULU - Gempa bermagnitudo 6,3 melanda Bengkulu. Sebanyak 192 rumah warga dilaporkan terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Bengkulu, pada Jumat (24/5/2025).

Gempa juga merusak sejumlah fasilitas publik dan menyebabkan ratusan warga terdampak.

Salah satu warga yang merasakan dampak gempa adalah Widia Astuti, warga Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu.

Ia menceritakan saat gempa melanda selama lima menit itu, Widia berjibaku menahan runtuhan bangunan menggunakan punggung untuk melindungi anak-anaknya.

Widia mengisahkan, saat tengah malam gempa mengguncang rumahnya, ia dan suaminya, Merianto, terbangun.

Menyadari gempa melanda, Widia, suami, dan anaknya, Rizka Natasya (10), berlarian menuju pintu rumah.

Pelarian keluarga kecil ini keluar rumah gagal, karena kunci pintu rusak akibat gempa sehingga pintu tak dapat dibuka.

"Kami sekeluarga mencari pintu, saat ketemu pintu, ternyata kunci rumah tak bisa dibuka karena terjepit akibat gempa," ujar Widia mengisahkan.

Ia dan suami menyadari mereka sekeluarga terjebak di dalam rumah.

Sementara itu, dinding rumah mulai runtuh mengenai anaknya. 

Melihat batu bata menjatuhi anaknya, spontan Widia memeluk dan melindungi anaknya di tengah hujan reruntuhan material rumah yang runtuh.

"Tak terasa lagi sakit punggung dan kaki dijatuhi batu bata. Saya cuma berpikir agar anak terlindungi," ujarnya.

Di tengah posisi terjepit di sudut rumah dekat pintu, tiba-tiba dinding rumahnya runtuh total.

Robohnya dinding rumah menjadi jalan keluar bagi keluarga kecil itu untuk bisa menyelamatkan diri.

"Selama beberapa menit kami terjebak, seperti pasrah saja," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved