Berita Terkini Nasional

Kisah Warga Korban Gempa 6,3 SR di Bengkulu, Widia Lindungi Anak dari Reruntuhan Rumah

Gempa bermagnitudo 6,3 melanda Bengkulu. Sebanyak 192 rumah warga dilaporkan terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Bengkulu, pada Jumat (24/5)

Editor: Teguh Prasetyo
KOMPAS.COM/FIRMANSYAH
LINDUNGI ANAK - Widia Astuti yang rela memeluk dan melindungi anaknya di tengah hujan reruntuhan material rumah yang runtuh saat gempa berkekuatan 6,3 SR melanda Kota Bengkulu, Jumat (23/5/2025). 

Rumah Widia rusak total hingga kini ia tidak tahu harus berteduh dan tidur di mana karena rumah mungilnya rata dengan tanah.

"Kami bingung rumah rusak. Tidur di mana. Namun, kami dengar tadi Pak Wagub Bengkulu, Mian, akan membangun rumah kami," ujarnya.

Sementara itu di tengah dampak bencana gempa, dua keluarga calon pengantin terpaksa menghadapi kenyataan pahit karena gedung yang telah mereka sewa untuk resepsi pernikahan rusak parah.

Salah satunya adalah keluarga Timurita, ibu dari Citra Ayudastari, yang akan melangsungkan resepsi pernikahan bersama pasangannya, Arief, pada Minggu (25/5/2025).

Meski plafon gedung ambruk, Timurita belum menyerah pada keadaan.

Ia tetap berpegang pada rencana awal dan berharap resepsi tetap bisa berlangsung sesuai jadwal.

"Kami sudah sebar undangan, ada sekitar 1.500 tamu. Sulit kalau harus pindah tempat lagi," ujarnya saat meninjau kondisi gedung pada Jumat pagi.

Timurita mengungkapkan bahwa persiapan pernikahan putrinya telah dilakukan jauh-jauh hari, dan situasi ini menjadi cobaan yang harus dijalani.

"Kita sebagai orang tua ingin yang terbaik. Tapi kalau ini sudah kehendak alam, ya kita coba ikhlas dan ambil sisi positifnya," ucapnya.

Meski mengakui kerusakan di bagian plafon cukup parah, ia berharap area lain dari gedung masih bisa digunakan secara aman.

"Kami lihat dulu kondisinya sampai Sabtu. Kalau tidak ada gangguan listrik dan tidak hujan, mudah-mudahan masih bisa dipakai. Justru kalau plafon rusak semua, bisa dibersihkan sekalian. Daripada rusaknya separuh-separuh, lebih susah nutupinnya," ujarnya sambil tersenyum pasrah.

Di tengah kekacauan yang terjadi, sikap tenang dan optimisme Timurita mencuri perhatian.

Ia juga berharap ada dukungan dari pihak pengelola dan pemerintah untuk memastikan gedung bisa digunakan dengan aman saat hari H tiba.

"Kita serahkan saja pada yang kuasa, yang penting anak-anak bisa tetap melangsungkan hari bahagianya," tuturnya.

Nasib serupa juga dialami oleh pasangan pengantin lain, Nola dan Gutra, yang rencananya akan menggelar resepsi pada Sabtu (24/5/2025), satu hari sebelum resepsi Citra-Arief.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved