Berita Terkini Internasional

Peringatan Bahaya Tsunami Meluas hingga Pasifik Imbas Gempa 8,9 SR di Rusia

Menurut Survei Geologi AS (USGS) pusat gempa tersebut berada sekitar 119 km di timur-tenggara kota Petropavlovsk-Kamchatsky

Tayang:
Banjarmasin Post - Tribunnews.com
ILUSTRASI TSUNAMI - Peringatan bahaya tsunami 4 meter meluas hingga Samudera Pasifik imbas gempa 8,9 Skala Richter (SR) di Rusia Timur. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Peringatan bahaya tsunami meluas hingga Samudera Pasifik imbas gempa 8,9 Skala Richter (SR) di Rusia Timur.

Menurut Survei Geologi AS (USGS) pusat gempa tersebut berada sekitar 119 km di timur-tenggara kota Petropavlovsk-Kamchatsky

Gempa tergolong dangkal, dengan kedalaman hanya 19,3 km, yang membuat guncangannya terasa kuat.

Dikutip dari kantor berita Ruters melalui SerambiNews.com, Rabu (30/7/2025) gempa ini memicu tsunami setinggi 4 meter.

Dampaknya merusak bangunan, dan menyebabkan evakuasi besar-besaran di sekitar Samudera Pasifik.

Gelombang tsunami setinggi 3-4 meter tercatat menghantam sejumlah wilayah pesisir Kamchatka.

Pemerintah Rusia mengimbau warga agar segera menjauh dari garis pantai.

Apalagi setelah gempa utama, terjadi gempa susulan berkekuatan 6,9 SR.

Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, menyebut gempa ini sebagai yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir.

"Gempa bumi hari ini sangat serius dan terkuat dalam beberapa dekade terakhir," ujar Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, dalam sebuah video yang diunggah di aplikasi perpesanan Telegram.

Di Jepang, pemerintah juga bergerak cepat.

Badan Meteorologi Jepang memperkirakan gelombang setinggi 3 meter akan tiba di beberapa daerah pantai.

Sehingga pemerintah Jepang mengeluarkan perintah evakuasi, terutama di wilayah yang dulu pernah terdampak tsunami besar tahun 2011.

Penyiar NHK menyerukan, "Mohon segera evakuasi. Jika memungkinkan, segera pindah ke dataran tinggi dan menjauh dari pantai."

Warga Terluka, Bangunan Rusak

Beberapa orang di Kamchatka dilaporkan terluka.

Oleg Melnikov, Menteri Kesehatan Daerah, mengatakan beberapa warga terluka saat berusaha menyelamatkan diri, termasuk seorang pasien yang melompat dari jendela dan seorang wanita yang cedera di bandara.

"Semua pasien saat ini dalam kondisi memuaskan. Belum ada laporan korban luka serius," ujarnya kepada kantor berita TASS.

Sebuah pabrik pengolahan ikan dan pelabuhan di kota Severo-Kurilsk, wilayah Sakhalin, terendam air tsunami.

Penduduk setempat sudah dievakuasi oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia.

Peringatan Tsunami Meluas ke Samudera Pasifik

Sistem Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan gelombang tsunami berbahaya dalam waktu tiga jam setelah gempa.

Negara-negara seperti:

  1. Jepang,
  2. Hawaii (AS),
  3. Chili,
  4. Ekuador,
  5. Kepulauan Solomon,
  6. dan sebagian pantai Barat AS,

berpotensi terdampak gelombang setinggi 1-3 meter.

Di Hawaii, pemerintah setempat memerintahkan evakuasi warga dari daerah pesisir.

"Ambil tindakan! Gelombang tsunami yang merusak diperkirakan akan terjadi," tulis Departemen Manajemen Darurat Honolulu di platform X (Twitter).

Gempa Terkuat Sejak 1952

Menurut Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, ini adalah gempa terkuat yang mengguncang Kamchatka sejak tahun 1952.

Meski gempa sangat besar, Danila Chebrov, Direktur Dinas Geofisika Kamchatka, mengatakan intensitas guncangan tidak separah yang diperkirakan.

 “Gempa susulan masih terjadi, tapi sejauh ini tidak ada indikasi akan ada gempa yang lebih besar dalam waktu dekat,” ujarnya.

Wilayah Rawan Gempa

Kamchatka terletak di Cincin Api Pasifik, zona yang rawan gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Aktivitas seismik seperti ini bukan hal baru di wilayah tersebut, tapi gempa kali ini termasuk yang paling kuat dalam sejarah modern.(*)

Baca Juga Satpam Bawa Keluarganya Mengungsi ke Polres Gara-gara Ancaman Pembunuhan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved