Berita Lampung

Cegah Banjir, Pelajar SMA Fransiskus Bandar Lampung Ajak Masyarakat Cintai Alam

Terkait banjir, pelajar SMA Fransiskus Bandar Lampung mengajak masyarakat untuk mengantisipasinya. Meskipun hanya dengan tindakan kecil.

Tayang: | Diperbarui:
Kolase Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
SOAL BANJIR - Tiga pelajar SMA Fransiskus Bandar Lampung Anastasia Ardita Arundhati (16), Xaviera Aurelia Ernadi (16) dan Jonathan Edward Refael Legi (16) membahas soal solusi mencegah banjir dengan mulai melakukan tindakan kecil mencintai alam. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Lampung. Akibatnya beberapa tempat mengalami kerusakan bahkan ada yang sampai merenggut jiwa.

Terkait banjir, pelajar SMA Fransiskus Bandar Lampung mengajak masyarakat untuk mengantisipasinya. Meskipun hanya dengan tindakan kecil.

Seperti yang diungkap Xaviera Aurelia Ernadi (16), dia mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, dan menggolongkan sampah berdasarkan jenisnya.

“Kita harus mulai dari kesadaran diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya, jangan di pinggiran sungai atau bahkan pinggir jalan,” ujarnya Senin (15/9/2025).

Sebab, lanjut dia, penyebab utama dari banjir di antaranya karena penumpukan sampah di aliran sungai.

Ia juga menyarankan supaya memilah sampah berdasar jenisnya. Seperti sampah organik, an organik dan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Serta mendaur ulang sampah-sampah yang masih bisa bermanfaat.

Sementara itu, Anastasia Ardita Arundhati (16) mengajak masyarakat mencintai alam sekitar dengan mulai menerapkan go green lifestyle.

“Penerapan go green lifestyle bisa mulai dari hal kecil yaitu membawa tumbler, tempat makan (wadah bekal) kemanapun kita pergi dan membawa tas belanja saat kita belanja di minimarket atau pasar,” jelasnya.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik demi keberlangsungan bumi yang lebih baik lagi.

Selanjutnya, Jonathan Edward Refael Legi (16) mengatakan bahwa hal yang harus dilakukan yaitu mulai melakukan reboisasi di tempat-tempat tertentu atau lahan kritis.

“Kita bisa mulai melakukan reboisasi di pegunungan yang sudah mulai gundul, dan juga di sekitar area Sungai,” katanya.

“Karena saat ini banyak sekali daerah aliran sungai yang seharusnya ditanami berbagai jenis tanaman seperti pohon, namun malah dijadikan tempat permukiman warga,” tambahnya.

Ia juga mengajak anak seusianya untuk mulai menyadarkan masyarakat sekitar tentang pentingnya memelihara alam sekitar. (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Bintang Puji Anggraini)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved