Berita Lampung
BGN Hapus 1.414 Calon SPPG, Bagaimana di Lampung?
Saat dikonfirmasi, Ketua Satgas MBG Lampung Saipul mengaku pihaknya belum dapat memastikan apakah ada SPPG yang dihapus.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 1.414 calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dihapus.
Pasalnya, ribuan SPPG tersebut tidak berprogres selama lebih dari 45 hari.
Lalu bagaimana dengan di Lampung?
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menjelaskan, keputusan penghapusan dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh.
"Evaluasi menyeluruh dilakukan, karena terdapat 1.414 usulan SPPG yang dihapus akibat tidak menunjukkan perkembangan selama lebih dari 45 hari,” kata Sony Sonjaya, Sabtu (18/10/2025).
Saat ini portal mitra SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih ditutup sementara waktu seiring proses analisis dan evaluasi terhadap ribuan usulan calon mitra yang telah masuk.
“Usulan yang tidak menunjukkan progres dalam waktu lama akan menghambat calon mitra lain yang serius ingin membangun SPPG untuk mendukung program MBG. Karena itu, kami hapus dari sistem,” tegas Sony.
Sony menjelaskan, proses pengajuan SPPG terdiri atas dua tahap, yaitu verifikasi pengajuan dan proses persiapan.
Pada tahap kedua, calon mitra yang telah lolos verifikasi baru diperbolehkan membangun atau merenovasi bangunan menjadi SPPG.
Ia menambahkan, pembukaan pendaftaran mitra baru akan dilakukan secara bertahap setelah proses evaluasi selesai, dan hanya untuk wilayah kecamatan yang masih kekurangan SPPG berdasarkan kebutuhan penerima manfaat yakni balita, ibu hamil dan menyusui, serta peserta didik.
“Calon mitra yang belum lolos verifikasi tidak diperkenankan melakukan pembangunan atau renovasi sebelum memperoleh persetujuan resmi dari BGN,” tegas Sony.
Saat dikonfirmasi, Ketua Satgas MBG Lampung Saipul mengaku pihaknya belum dapat memastikan apakah ada SPPG yang dihapus.
Alasannya, pihaknya tidak memiliki akses untuk mendapatkan data tersebut.
“Untuk data terkait sistem pendaftaran, pemerintah daerah tidak bisa mengakses. Yang bisa mengetahui hanya pihak BGN pusat bersama mitranya masing-masing,” jelas Saipul, Minggu (19/10/2025).
326 SPPG Kantongi SLHS
Hingga saat ini, sudah ada 326 SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sementara targetnya adalah 10.000 lebih SPPG tersertifikasi.
"Per hari ini 326 dari 10.000. Karena mereka masih dicek labnya, sudah secara kasat mata lulus, tetapi kan kita butuh lab. Nah lab ini kan butuh 5-7 hari," kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavinus dalam temu media di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Dia mengatakan, jumlah itu dari target sekitar 10.700 SPPG. Sekitar 2.500 sudah dicek dan 2.000 SPPG masih menunggu hasil uji lab sebelum diberikan SLHS.
Oleh karena ada prosedur berupa pengecekan laboratorium tersebut, dia mengingatkan SPPG untuk segera mendaftar.
Dia menambahkan, peraturan terbaru menyebutkan apabila Dinas Kesehatan menyatakan SPPG belum layak, maka SPPG tidak boleh beroperasi.
Ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam mengoperasikan SPPG, antara lain kebersihan lingkungan, sanitasi, dan air. Upaya ini, katanya, dilakukan untuk mencegah keracunan akibat program MBG dengan memastikan keamanan pangan.
"Jadi kami, jangan khawatir, kami yang nge-push terus, karena saya ditugaskan oleh Pak Menteri dan Pak Presiden untuk memantau," katanya.
Terkait dengan penghentian sementara program MBG akibat kejadian luar biasa keracunan, katanya, program itu terus dijalankan sambil dipantau dan diperbaiki.
"Kan kasihan juga kalau distop, sementara mereka enggak punya masalah. Satu provinsi itu kadang-kadang nol aja, enggak ada masalah. Jadi bayangin kalau ada satu titik yang bermasalah, terus yang 10 ribu tempat distop, kan aneh juga," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya juga meminta ada satu ahli kesehatan lingkungan ditempatkan di BGN, sebagai upaya memperkuat pengawasan itu.
Benjamin mengatakan MBG adalah intervensi langsung dari negara untuk menangani sejumlah hal, seperti stunting serta peningkatan gizi.
Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan semua harus mendukung MBG karena dengan gizi yang baik sekitar 40-50 masalah kesehatan bisa diselesaikan.
"Karena gizi itu ada hubungannya sama TBC juga, ada hubungannya sama stunting, ada hubungannya sama infeksi, ada hubungan kematian ibu anak," kata dia.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Flight Desak Penyelundup Satwa Liar di Bakauheni Lampung Selatan Tanggung Biaya Rehabilitasi |
|
|---|
| Peternak Ayam Potong di Pesawaran Keluhkan Pakan Naik Rp 10 Ribu per Karung |
|
|---|
| 4 ABK Selamat Dua Hilang, Kapal Pencari Ikan Asal Cirebon Tenggelam di Perairan Lampung |
|
|---|
| BKSDA Lepas Liarkan 807 Burung Sitaan di Tahura Wan Abdul Rachman Lampung |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung Selasa 16 Juni 2026, Mayoritas Wilayah Berawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/BGN-menonaktifkan-56-SPPG.jpg)