Berita Lampung
Pemkot Bandar Lampung Manfaatkan Molin Angkut Korban Kekerasan Perempuan dan Anak
Dinas PPA Bandar Lampung memiliki mobil perlindungan (molin) perempuan dan anak, kendaraan untuk mengangkut korban kekerasan.
Tribunlampung.co.id , Bandar Lampung - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung memiliki mobil perlindungan (molin) perempuan dan anak, kendaraan untuk mengangkut korban kekerasan.
Kepala Dinas PPPA Bandar Lampung Maryamah mengatakan, Dinas PPPA dan UPTD PPA begitu menerima laporan langsung mengambil tindakan pada hari yang sama.
"Di sini kita punya psikolog yang standby. Misalnya kita menerima kasus bulliying di sekolah.
Begitu kita dapat informasi kita langsung datangi sekolah, kita jemput, kita ada kendaraan molin untuk perlindungan anak.
Kita tanyakan keluarganya. Mulai dari situ semoga pelan-pelan si anak mau terbuka agar terlayani dengan baik," paparnya.
Pihaknya juga mengampanyekan keberanian perempuan dan anak untuk melapor bila menjadi korban kekerasan.
"Terutama untuk masalah anak di sekolah, anak-anak cepat melapor ke BP atau menelepon ke call center kita," ujarnya.
"Karena hak anak ini menikmati pendidikan. Kita bekerjasama dengan sekolah sehingga ada pesan-pesan khsusus terhadap anak korban ini," sambungnya.
Selain itu Pemkot juga memiliki Relawan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) sebanyak 10 orang di setiap kelurahan.
"Relawan SAPA adalah orang-orang yang memiliki kepedulian dan menyatakan kesediaannya untuk aktif melakukan perubahan sosial dalam rangka mewujudkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," ucapnya.
"Relawan SAPA kita di satu kelurahan ada 10 orang. Jadi jangan takut untuk melapor," sambungnya.
Ia menyebut setiap laporan KDRT yang dilaporkan ke Dinas PPPA Kota Bandar Lampung sejauh ini selalu berujung damai.
"Jadi tidak sampai cerai. Kita berikan pendampingan psikolog. Karena pendampingan psikolog itu sangat penting dilakukan," tukasnya.
Dia juga menjelaskan kekerasan perempuan yang paling sering terjadi ialah kekerasan dalam rumah tangga, baik fisik maupun verbal. Sementara kasus kekerasan pada anak paling tinggi ialah kasus asusila.
Ia menyebut kekerasan kepada perempuan dan anak paling sering dilakukan oleh orang terdekat.
| Momen Humanis Anggota DPR Bambang Haryo, Ganti Ongkos Penumpang Tanpa Tiket |
|
|---|
| Pemicu Kebakaran Bedengan di Bandar Lampung, Kerugian Diperkirakan Rp8 Juta |
|
|---|
| Pondok Pesantren di Lampung Selatan Terbakar Hebat, Kerugian Capai Rp50 Juta |
|
|---|
| Komisi VII DPR RI Tinjau Perkembangan Industri, Pariwisata, dan UMKM Lampung |
|
|---|
| Pajak Mobil Listrik, Pemprov Lampung Hadapi Dilema Insentif Pusat dan Potensi PAD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-PPPA-Bandar-Lampung-Maryamah-a.jpg)