Berita Lampung

Umat Kristiani Lampung Akan Rayakan Natal Oikumene 2025, Ada Baksos

Umat Kristiani Lampung akan merayakan Natal Oikumene tahun 2025 pada Jumat (9/1/2026). Jadi momentum memperkuat keluarga dan kepedulian sosial. 

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
NATAL OIKUMENE - Umat Kristiani Lampung akan merayakan Natal Oikumene, Selasa (6/1/2026).  

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Umat Kristiani Lampung akan merayakan Natal Oikumene 2025 pada Jumat (9/1/2026). 

Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Tanjungkarang RD Adrianus Satu Manggo mengatakan, pihaknya akan merayakan Natal Oikumene yang merupakan momentum memperkuat keluarga dan kepedulian sosial. 

"Natal merupakan peristiwa iman yang sangat mendasar bagi umat Kristiani. Umat Kristiani mengimani Allah sebagai Yang Maharahim yang senantiasa mengasihi manusia," kata RD Adrianus Satu Manggo, Selasa (6/1/2026). 

"Umat Kristiani di Provinsi Lampung akan menggelar Perayaan Natal Oikumene Tahun 2025 dengan semangat kebersamaan, kasih dan kepedulian sosial," terusnya.

Dikatakannya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi umat Kristiani untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus.

Sekaligus memperkuat persatuan lintas denominasi gereja.

“Kedosaan manusia sejak Adam dan Hawa menyebabkan manusia terpisah dari Allah," kata Adrianus.

Namun, Allah tidak pernah berhenti menawarkan keselamatan, hingga puncak karya keselamatan itu adalah kehadiran Allah sendiri dalam diri Yesus Kristus.

Kemudian lahir sederhana dan membawa sukacita besar bagi seluruh umat manusia. 

"Perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga harus diwartakan melalui karya nyata di tengah masyarakat," ucapnya.

Ia mengatakan, Natal menjadi panggilan untuk berpartisipasi mewujudkan keadilan sosial atas dasar kemanusiaan tanpa sekat primordialisme.

Romo Manggo mengatakan Perayaan Natal Oikumene Provinsi Lampung Tahun 2025 mengusung tema nasional yang ditetapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). 

Adapun tema tersebut yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (bdk. Matius 1:21–24). 

“Tema ini menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus adalah kelahiran Sang Penyelamat bagi seluruh umat manusia, dimulai dari keluarga sebagai dasar kehidupan bersama,” kata Romo Manggo.

Sementara itu, Ketua Umum Perayaan Natal Oikumene Umat Kristiani Provinsi Lampung Hartarto Lojaya mengatakan, dengan tujuan kegiatan ini antara lain mengajak umat Kristiani untuk bersyukur atas kasih Allah yang telah menganugerahkan putra tunggalnya Yesus Kristus.

Membangun semangat kesatuan gereja sebagai satu tubuh Kristus, serta meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Rahim.

"Kegiatan Natal Oikumene akan dilaksanakan di Gedung Graha Wangsa, dengan diawali kegiatan Bakti Sosial pada 14 Desember 2025," kata Hartarto.

"Perayaan Natal Oikumene tahun ini memiliki keistimewaan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah jumlah peserta yang diperkirakan meningkat hingga hampir 2.000an orang," ujar Hartarto.

Ia mengatakan, kegiatan ini juga akan diwarnai dengan aksi solidaritas berupa penggalangan dana dan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Sumatera.

“Bakti sosial menjadi salah satu kegiatan yang paling berkesan. Sasaran baksos tahun ini meliputi Yayasan Pelita Kasih, Yayasan Rumah Kasih Jatimulyo, serta Pondok Pesantren Al Hikmah di Bandar Lampung,” papar Hartarto. 

Perayaan Natal Oikumene Provinsi Lampung dilaksanakan oleh panitia bersama yang melibatkan berbagai unsur gereja.

Diantaranya Keuskupan Tanjung Karang, PGIW Lampung, GGBI BPD Lampung, GMAHK Daerah Lampung, PGLII Wilayah Lampung, PGPI Wilayah Lampung, Gereja Advent, Gereja Babtis, serta PGTI Wilayah Lampung.

Ketua Komisi Hubungan antar Agama dan Kepercayaan (HAK) dan Kerawan Keuskupan Tanjungkarang Romo Philipus Suroyo Pr menyampaikan pesan Natal dengan harapan bagi seluruh masyarakat Lampung.

"Kami mengajak semua pihak untuk menjadikan Natal sebagai momentum memperkuat keluarga," kata Philipus Suroyo. 

Kemudian menumbuhkan cinta kasih, menjaga kehidupan, serta merawat lingkungan hidup.

“Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. Dari keluarga yang penuh cinta, akan lahir masyarakat yang peduli, adil, dan mampu menjaga kehidupan serta lingkungan hidup bersama,” kata Romo Philipus Suroyo.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved