Berita Lampung

Cegah Stunting, Diskes Pringsewu Fokuskan PMT ke Protein Hewani Lokal

Diskes Pringsewu mengubah pendekatan pemberian makanan tambahan (PMT) dalam upaya pencegahan stunting. 

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
CEGAH STUNTING - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Diskes Pringsewu Rahmadi, Selasa (13/1/2026). Cegah stunting, Diskes Pringsewu fokuskan PMT ke protein hewani lokal. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pringsewu mengubah pendekatan pemberian makanan tambahan (PMT) dalam upaya pencegahan stunting

Jika sebelumnya menggunakan produk pabrikan, kini PMT difokuskan pada pangan lokal berbasis protein hewani seperti telur, ikan, dan daging.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Diskes Pringsewu Rahmadi mengatakan, kebijakan tersebut mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Kesehatan yang menekankan efektivitas protein hewani terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Sekarang kami tidak lagi fokus pada biskuit atau makanan pabrikan. PMT diarahkan ke protein hewani seperti telur, ikan, dan daging karena lebih efektif untuk pembentukan sel otak dan pertumbuhan fisik anak,” kata Rahmadi kepada Tribun Lampung, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, PMT berbasis pangan alami diberikan kepada ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) serta balita dengan berat badan kurang dan gizi kurang, sebagai langkah pencegahan agar tidak berkembang menjadi stunting dan gizi buruk.

Menurut Rahmadi, penggunaan ini juga bertujuan memastikan keberlanjutan program serta menyesuaikan dengan potensi yang tersedia di tingkat pekon. 

Selain lebih segar dan bernilai gizi tinggi, bahan pangan lokal dinilai lebih mudah diakses oleh masyarakat.

“PMT ini dilaksanakan di seluruh pekon melalui puskesmas, dan sebagian juga didukung oleh anggaran dana desa. Jadi program ini tidak hanya bergantung pada pusat, tetapi disesuaikan dengan kondisi lokal,” ujarnya.

Rahmadi menambahkan, perubahan pendekatan ini merupakan bagian dari strategi besar penguatan intervensi spesifik pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari remaja putri, ibu hamil, hingga anak usia dua tahun.

Dalam pelaksanaannya, puskesmas dan posyandu berperan aktif dalam pemantauan status gizi sasaran penerima PMT. 

Kader posyandu dilibatkan untuk memastikan asupan gizi diberikan secara rutin serta memantau perkembangan berat dan tinggi badan anak.

“Tujuan kami bukan hanya memberi makanan tambahan, tetapi memastikan anak tumbuh sesuai usianya dan tidak jatuh ke kondisi stunting,” kata Rahmadi.

Ia berharap, dengan fokus pada protein hewani lokal dan penguatan pemantauan gizi, angka stunting di Kabupaten Pringsewu dapat terus ditekan secara berkelanjutan.

“Investasi terbaik adalah gizi anak hari ini. Kalau gizinya baik sejak awal, dampaknya akan terasa hingga masa depan,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved