Berita Lampung
Penguatan Program Kamis Beradat, Disdikbud Berencana Gelar Lomba Pidato Bahasa Lampung
Disdikbud Provinsi Lampung ke depan berencana menggelar lomba debat maupun pidato menggunakan bahasa Lampung.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, meninjau pelaksanaan Program Hari Kamis Beradat di salah satu satuan pendidikan, yakni SMA Negeri 10 Bandar Lampung, Kamis (22/1/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Thomas melihat langsung proses pembelajaran di sejumlah kelas yang telah menerapkan penggunaan bahasa Lampung, meski mata pelajaran yang diajarkan berbeda-beda.
“Tadi saya lihat di beberapa kelas, mata pelajarannya memang berbeda, tetapi proses mengajarnya sudah menggunakan bahasa Lampung. Ini merupakan bentuk komitmen kita dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya,” ujar Thomas.
Ia menegaskan pentingnya pengenalan adat, budaya, dan bahasa Lampung sejak dini kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah arus perkembangan zaman.
“Kita ingin anak-anak sejak dini mengenal bahwa ada adat, budaya, dan bahasa yang harus kita jaga dan lestarikan. Ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk ikut merawat warisan budaya daerah,” jelasnya.
Thomas menambahkan, program Kamis Beradat diupayakan dapat diterapkan di seluruh sekolah di Provinsi Lampung tanpa memandang latar belakang suku peserta didik.
“Di semua sekolah kita coba terapkan. Apapun sukunya dan di manapun berada di Provinsi Lampung, kita wajib bersama-sama menjaga, merawat, dan mencintai bahasa Lampung,” tegasnya.
Sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan program, Disdikbud Provinsi Lampung ke depan juga berencana menggelar lomba debat maupun pidato menggunakan bahasa Lampung.
“Ke depan kita akan buat event lomba debat atau pidato bahasa Lampung. Saat ini kita fokuskan sosialisasi dan pelaksanaan dulu. Nanti capaiannya akan kita uji melalui event, sehingga sekolah bisa mengirimkan peserta,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa muatan lokal bahasa Lampung sejatinya telah berjalan di sekolah-sekolah. Bahkan, tidak sedikit guru bahasa Lampung yang berasal dari luar suku Lampung.
“Pengajar bahasa Lampung tidak semuanya orang Lampung. Ada yang berasal dari suku Jawa, Palembang, dan lainnya, tetapi mereka mampu berbahasa Lampung. Ini hal yang menarik dan menunjukkan bahwa siapa pun bisa mencintai bahasa Lampung,” katanya.
Selain itu, Thomas mengungkapkan adanya kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Universitas Lampung (Unila) terkait pemberian beasiswa bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang bahasa Lampung.
“Ada kerja sama dengan Unila untuk beasiswa. InsyaAllah ke depan akan kita buka lagi, agar lulusan SMA bisa melanjutkan ke FKIP, khusus jurusan bahasa Lampung. Tahun ini belum, mudah-mudahan tahun depan bisa kita anggarkan,” pungkasnya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Lampung resmi memberlakukan Program Hari Kamis Beradat mulai Kamis (15/1/2026).
Kebijakan tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat sebagai upaya memperkuat pelestarian bahasa daerah dan budaya Lampung.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| 99,42 Persen Siswa SMAN 1 Tegineneng Tembus PTN, Kadisdik: Kualitas Pendidikan Lampung Naik |
|
|---|
| 8.176 ASN Bandar Lampung Bakal Diguyur Gaji ke-13 |
|
|---|
| Joki Curanmor Bawa Senpi, Terlibat Kasus Pencurian di Bandar Lampung |
|
|---|
| Kuota SMK Negeri di Lampung 33.634 Siswa |
|
|---|
| Kadisdikbud Lampung: Banyak Lulusan SMP Lanjut ke SMK atau MA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Disdikbud-Lampung-berencana-gelar-lomba-pidato-bahasa-lampung.jpg)