Longsor Cisarua
Ayah Kopda Mar Randa Lemas, Dengar Kabar Anaknya Tertimbun Longsor dari TV
Johariyanto, ayah dari Kopda Mar Randa Pratama, mengetahui informasi anaknya tertimbun longsor di Cisarua dari siaran TV.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Johariyanto, ayah dari Kopda Mar Randa Pratama, mengetahui informasi anaknya tertimbun longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dari siaran TV.
- Pikirannya sontak campur aduk, cemas dan sedih, serta lututnya lemas.
- Namun, meskipun rasa kehilangan begitu dalam, Johariyanto mengungkapkan bahwa keluarga sudah menerima kenyataan dengan ikhlas.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Selatan - Johariyanto, ayah dari Kopda Mar Randa Pratama, mengetahui informasi anaknya tertimbun longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dari siaran TV.
"Waktu itu sekitar pukul 05.00 WIB. anak saya bangunkan saya katanya dia ngeliat berita adanya longsor di wilayah Cisarua, tempat anak saya latihan," ujarnya Joharianto, di kediamannya, Minggu (1/2/2026).
Mendapat informasi tersebut dirinya lantas menonton berita tersebut. Pikirannya sontak campur aduk, cemas dan sedih, serta lututnya lemas.
"Saat itu belum ada yang menghubungi. Lutut badan berasa lemas. Pikiran kemana-kemana. Sambil berdoa saya berharap anak saya bukan salah satu dari korban longsor tersebut," ujarnya.
Saat itu dipikirannya hanya, jika anaknya menjadi korban, Ia berharap jenazah putranya ditemukan, agar bisa dikebumikan.
"Saat itu saya berdoa, jika anak saya menjadi korban agar anak saya ditemukan. Makanya waktu yasinan pertama saya ubah wujud doanya supaya anak saya diketemukan. Baik hidup maupun meninggal dunia. Saya ingin melihatnya untuk yang terakhir kali," ucapnya.
Ia mendapat kabar anaknya meninggal dunia beberapa hari lalu.
"Jumat (30/1) saya mendapat kabar kalau jenazah anak saya sudah ditemukan. Minggu (1/2), istri saya, anak saya dan istrinya almarhum pulang kesini. Sebelumya, setelah mendapat kabar, mereka langsung kesana," ujarnya.
Kopda Mar Randa Pratama merupakan anggota Batalyon Infanteri 9/Bala Jala Yudha Perkasa (Brigif 4 Marinir/BS). Ia gugur saat sedang melaksanakan Latihan Pra-Tugas Satgas Gobang 7 di wilayah Cisarua.
Peristiwa tragis itu terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan latihan sejak Kamis (22/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026) tanpa henti. Curah hujan tinggi memicu longsor yang menimpa lokasi tempat para prajurit berada, hingga akhirnya merenggut nyawa almarhum.
Keluarga Ikhlas
Menurut Johariyanto, putranya dikenal sebagai pribadi yang periang, tidak pernah menampakkan kesulitan hidup di hadapan orang tua.
"Kalau ngobrol sama saya, dia selalu bercanda, bahkan kalau telepon, dia nggak manggil saya 'papa', tapi 'Halo Pak Johar, apa kabar?'" ungkap Johariyanto dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Randa, meskipun sibuk dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai prajurit, selalu memastikan hubungan dengan keluarga tetap hangat.
"Dia selalu video call, nanyain saya, 'Mau makan apa?' Lalu dia bilang, 'Nikmatin hidup, jangan tahan-tahan,'” kenang sang ayah.
Kehilangan yang mendalam tentu dirasakan oleh keluarga besar Randa. Namun, meskipun rasa sakit itu begitu dalam, Johariyanto mengungkapkan bahwa mereka sudah menerima kenyataan dengan ikhlas.
| Kopda Randa Pratama Tinggalkan Seorang Istri dan Bayi Berusia 8 Bulan |
|
|---|
| Ayah Kopda Randa Ikhlas Lepas Putranya, Prajurit Marinir Gugur Saat Longsor Cisarua |
|
|---|
| BRI Peduli Salurkan Bantuan dan Berikan Trauma Healing Bagi Korban Longsor Cisarua |
|
|---|
| Dua Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua Dimakamkan secara Militer di Lampung |
|
|---|
| Terungkap Chat Terakhir Praka Marinir Hamid Sebelum Tewas Tertimbun Longsor Cisarua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ayah-Kopda-Mar-Randa-Lemas.jpg)