Longsor Cisarua
Dua Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua Dimakamkan secara Militer di Lampung
Dua prajurit marinir yang gugur akibat longsor di Cisarua dimakamkan secara terpisah di Provinsi Lampung, Minggu (1/2/2026).
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Dua prajurit marinir yang gugur akibat longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dimakamkan secara terpisah di Provinsi Lampung, Minggu (1/2/2026).
- Kopral Dua Marinir (Kopda Mar) Randa Pratama dimakamkan di TPU Sumbersari, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
- Prajurit Kepala (Praka) Marinir Hamid Dwi Ismail dimakamkan di TPU Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Dua prajurit marinir yang gugur akibat longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dimakamkan secara terpisah di Provinsi Lampung, Minggu (1/2/2026).
Prajurit pertama, Kopral Dua Marinir (Kopda Mar) Randa Pratama, anggota Batalyon Infanteri 9/Bala Jala Yudha Perkasa (Brigif 4 Marinir/BS). Ia dimakamkan di TPU Sumbersari, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Sementara itu, prajurit kedua adalah Prajurit Kepala (Praka) Marinir Hamid Dwi Ismail dimakamkan di TPU Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.
Pemakaman keduanya dilakukan dengan upacara kemiliteran yang khidmat, disertai tembakan salvo ke udara sebagai bentuk penghormatan terakhir dari negara.
Mereka bagian dari 23 anggota Korps Marinir TNI AL yang terkonfirmasi menjadi korban dalam bencana tanah longsor yang menerjang lokasi latihan Marinir di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Longsor besar terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan menimbun area latihan sekaligus permukiman warga.
Hingga Selasa (27/1/2026), tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi empat personel dalam kondisi meninggal dunia, sementara 19 prajurit lainnya masih dalam proses pencarian.
Pasca-kejadian, komunikasi seluruh personel terputus dengan pos komando utama, sehingga tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan langsung dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi.
Keluarga Ikhlas
Johariyanto, ayah dari Kopda Mar Randa Pratama mengenang putranya sebagai pribadi periang, tidak pernah menampakkan kesulitan hidup di hadapan orang tua.
"Kalau ngobrol sama saya, dia selalu bercanda, bahkan kalau telepon, dia nggak manggil saya 'papa', tapi 'Halo Pak Johar, apa kabar?'" ungkap Johariyanto dengan mata yang mulai berkaca-kaca, di kediamannya, Minggu (1/2/2026).
Randa, meskipun sibuk dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai prajurit, selalu memastikan hubungan dengan keluarga tetap hangat.
"Dia selalu video call, nanyain saya, 'Mau makan apa?' Lalu dia bilang, 'Nikmatin hidup, jangan tahan-tahan,'” kenang sang ayah.
Kehilangan yang mendalam tentu dirasakan oleh keluarga besar Randa. Namun, meskipun rasa sakit itu begitu dalam, Johariyanto mengungkapkan bahwa mereka sudah menerima kenyataan dengan ikhlas.
"Kami ikhlas, dia mati syahid. Sebagai prajurit, dia sudah kontrak dengan negara, dan kami mendukung sepenuhnya," tegas Johariyanto.
Sang ayah pun menambahkan bahwa meskipun Randa telah gugur dalam tugas, pengorbanannya dihargai luar biasa oleh Korps Marinir.
| Kopda Randa Pratama Tinggalkan Seorang Istri dan Bayi Berusia 8 Bulan |
|
|---|
| Ayah Kopda Randa Ikhlas Lepas Putranya, Prajurit Marinir Gugur Saat Longsor Cisarua |
|
|---|
| BRI Peduli Salurkan Bantuan dan Berikan Trauma Healing Bagi Korban Longsor Cisarua |
|
|---|
| Ayah Kopda Mar Randa Lemas, Dengar Kabar Anaknya Tertimbun Longsor dari TV |
|
|---|
| Terungkap Chat Terakhir Praka Marinir Hamid Sebelum Tewas Tertimbun Longsor Cisarua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Dua-Prajurit-Marinir-Korban-Longsor-Cisarua.jpg)