Berita Lampung
BI Lampung Jamin Kelancaran QRIS selama Ramadan-Lebaran, Minta Tak Panic Buying
Deputi Direktur BI Lampung, Alex Kurniawan, menegaskan bahwa layanan QRIS telah dipersiapkan secara matang guna mendukung aktivitas ekonomi.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung memprediksi akan terjadi lonjakan transaksi sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
- Oleh karena itu, BI memastikan infrastruktur sistem pembayaran digital telah siap.
- Layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah dipersiapkan secara matang guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di momentum lebaran.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung memastikan infrastruktur sistem pembayaran digital siap menghadapi lonjakan transaksi yang diprediksi terjadi sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi mendatang.
Deputi Direktur BI Lampung, Alex Kurniawan, menegaskan bahwa layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah dipersiapkan secara matang guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang meningkat pesat di momentum lebaran.
Selain urusan sistem pembayaran, BI Lampung juga mengimbau warga untuk tidak melakukan panic buying (belanja berlebihan) yang justru bisa menimbulkan inflasi.
Alex menyatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan industri penyedia jasa pembayaran guna menjaga keandalan sistem ketika mengalami peningkatan penggunaan transaksi digital.
"Bank Indonesia memastikan kesiapan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS, dalam menghadapi lonjakan transaksi selama periode Ramadan hingga Idulfitri," Ujar Alex, Rabu (4/2/2026)
"Infrastruktur sistem pembayaran telah dipersiapkan secara memadai termasuk melalui koordinasi intensif dengan industri sistem pembayaran," Imbuhnya.
Dengan persiapan tersebut, BI optimis transaksi digital di Lampung akan tetap stabil dan minim kendala. "Dengan langkah tersebut, layanan QRIS diharapkan tetap berjalan lancar, aman, dan andal, sehingga masyarakat dapat bertransaksi secara nyaman selama momentum peningkatan aktivitas ekonomi," tambahnya.
Selain urusan sistem pembayaran, BI Lampung juga menyoroti potensi kenaikan harga akibat perilaku belanja masyarakat.
Alex mengimbau warga untuk tidak melakukan panic buying yang justru bisa mengganggu kestabilan harga.
Ia menyarankan masyarakat untuk mulai memvariasikan menu makanan agar permintaan tidak menumpuk pada komoditas tertentu saja.
"Masyarakat diharapkan dapat memvariasikan menu dan mendiversifikasi konsumsi pangan, tidak terpaku pada satu atau dua komoditas tertentu, sehingga permintaan tidak menumpuk dan tekanan harga dapat diminimalisir," jelas Alex.
Menurutnya, diversifikasi ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga menguntungkan produsen lokal.
"Selain membantu menjaga stabilitas harga, diversifikasi konsumsi juga mendukung pemanfaatan produk pangan lokal yang pasokannya relatif lebih terjaga," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Pola dan Motif Helau Batik Datang dari Insting, Emosi hingga Ikon Daerah |
|
|---|
| Bangunan bekas pabrik kertas di Lamteng Terbakar, 5 Damkar Perusahaan Dikerahkan |
|
|---|
| Kasat Samapta Polres Lampung Timur Suyatmo Resmi Sandang Pangkat Kompol |
|
|---|
| Koheri Tekankan Peran Kegiatan Keagamaan dalam Pembangunan Nonfisik di Lampung Tengah |
|
|---|
| 2.667 Jemaah Telah Masuk ke Asrama Haji Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/BI-Lampung-Jamin-Kelancaran-QRIS-Selama-Ramadan-dan-Lebaran-Ingatkan-Warga-Tak-Panic-Buying.jpg)